Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cheetos hingga Lays Setop Produksi, Ritel Modern akan Sepi Pengunjung?

Aprindo menjelaskan kemungkinan adanya penurunan jumlah pengunjung di ritel modern seiring dengan Cheetos, Lays, dan Doritos yang bakal setop produksi.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 19 Februari 2021  |  09:39 WIB
Warga berbelanja di salah satu pusat perbelanjan modern di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (27/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Warga berbelanja di salah satu pusat perbelanjan modern di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (27/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Cheetos, Lays, dan Doritos yang bakal berhenti produksi seiring dengan berakhirnya kongsi antara PepsiCo dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) diprediksi akan mempengaruhi tingkat kunjungan konsumen ke ritel modern kendati tidak banyak mempengaruhi kinerja penjualan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey mengatakan porsi penjualan makanan ringan cenderung lebih kecil dibandingkan produk pangan pokok yang dijual ritel. Namun, dia tidak memungkiri jika popularitas merek-merek tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen.

“Dari segi persentase memang tidak besar karena sifatnya bukan pangan utama, namun tidak bisa dipungkiri kalau merek-merek tersebut banyak diminati dan dinikmati dan menjadi traffic puller untuk ritel modern,” kata Roy saat dihubungi, Kamis (18/2/2021).

Roy mengemukakan produk pangan, baik pangan pokok maupun makanan ringan kemasan, menjadi segelintir yang terjaga permintaannya selama pandemi. Dengan demikian, penjualan produk-produk inilah yang menopang penjualan.

“Produk makanan ringan ini juga punya efek domino. Konsumen yang membeli produk tersebut bisa saja juga membeli produk-produk lain dengan harga yang lebih tinggi,” imbuhnya.

Terlepas dari keputusan kedua perusahaan untuk mengakhiri kerja sama, Roy mengatakan peritel menghormati langkah yang diambil. Namun dia mengharapkan kedua pihak bisa menjajaki skema baru yang memungkinkan kembalinya produk tersebut di pasaran.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Indomarco Prismatama Wiwiek Yusuf mengaku belum bisa banyak berkomentar soal kabar hilangnya merek-merek tersebut sebagai buah berakhirnya kongsi PepsiCo dan ICBP. Dia juga tak menjelaskan lebih lanjut porsi penjualan makanan ringan secara umum di Indomaret.

“Kami belum bisa komentar soal ini karena ini info baru,” kata Wiwiek.

Sebagaimana diketahui ICBP telah menuntaskan pembelian seluruh saham Fritolay Netherlands Holding B.V. (Fritolay) selaku afiliasi PepsiCo Inc. di dalam perusahaan patungan PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) pada Rabu (17/2/2021). Setelah transaksi ini, IFL akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo dan menyelesaikan semua proses persiapan penghentian produksi dan penjualan produk dengan merek milik PepsiCo dalam kurun 6 bulan sejak tanggal transaksi dilakukan.

Fritolay, PepsiCo, dan/atau pihak afiliasi lainnya pun tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan, atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama tiga tahun sejak berakhirnya masa transisi, yakni pada Agustus 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel indofood
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top