Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SWF Indonesia Baru Terbentuk, Jokowi: Tidak Ada Kata Terlambat

Meski lahir belakangan, Jokowi meyakini SWF Indonesia (INA) mampu mengejar ketertinggalannya dan mampu memperoleh kepercayaan nasional dan internasional.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  11:27 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam Puncak Acara Peringatan hari Sumpah Pemuda Ke 92 dan Peresmian TVRI Stasiun Papua Barat yang ditayangkan secara virtual melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu 28 Oktober 2020 / BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam Puncak Acara Peringatan hari Sumpah Pemuda Ke 92 dan Peresmian TVRI Stasiun Papua Barat yang ditayangkan secara virtual melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu 28 Oktober 2020 / BPMI Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Indonesia termasuk negara yang sangat terlambat dalam pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia atau dikenal dengan Indonesia Investment Authority (INA). 

Pasalnya, Jokowi menuturkan Indonesia tertinggal jika dibandingkan negara-negara lainnya yang telah lebih dulu memiliki SWF seperti Uni Emirat Arab, China, Norwegia, Saudi Arabia dan Qatar yang telah memiliki SWF sejak 30 atau 40 tahun yang lalu dan telah memiliki akumulasi dana yang besar untuk pembiayaan pembangunan.

"Walaupun lahir belakangan, tapi tidak ada kata terlambat. Saya meyakini INA mampu mengejar ketertinggalannya dan mampu memperoleh kepercayaan nasional dan internasional," kata Jokowi saat memperkenalkan jajaran Dewas dan Dewan Direktur SWF Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/2/2021).

Jokowi mengungkapkan pembentukan INA mempunyai dasar hukum yang kuat diperintah langsung oleh UU yaitu UU Cipta Kerja. Kelembagaan dan cara kerjanya juga jelas sebagaimana diatur dalam PP 74/2020.

Selain itu, INA juga dijamin menjadi institusi profesional yang dilindungi oleh UU dan menggunakan pertimbangan profesional dalam menetukan langkah-langkah kerjanya.

"INA dikelola oleh putra putri terbaik bangsa yang berpengalaman di kancah nasional internasional yang dijaring oleh panitia seleksi dibantu oleh para head hunter profesional," ujar Jokowi.

Jokowi menegaskan SWF Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis dalam percepatan pembangunan yang berkelanjutan.

INA, kata Jokowi, bertugas untuk meningkatkan dan mengoptimalkan nilai aset negara secara jangka panjang dan menyediakan alternatif pembiayaan bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan.

"Melalui keberadaan INA kita akan mengurangi kesenjangan kemampuan pendanaan domestik dengan kebutuhan pembiayaan pembangunan. INA akan menjadi trust strategis bagi para investor baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri agar tersedia pembiayaan yang cukup bagi program pembangunan khususnya program pembangunan infrastruktur nasional," ungkap Jokowi.

Berikut ini susunan lengkap Dewan Pengawas dan Dewan Direktur LPI:

Dewan Pengawas LPI:

Menteri Keuangan Sri Mulyani Ketua Dewan Pengawas

Menteri BUMN Erick Thohir Anggota Dewan Pengawas

Haryanto Sahari Anggota Dewan Pengawas

Yozua Makes Anggota Dewan Pengawas

Darwin Cyril Nurhadi Anggota Dewas

 

Dewan Direktur LPI:

Ridha Wirakusumah Ketua Dewan Direktur

Arief Budiman Wakil Ketua Dewan Direktur/Direktur Investasi

Stefanus Ade Hadiwidjaja Direktur Investasi

Marita Alisjahbana Direktur Risiko

Eddy Purwanto Direktur Keuangan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi investasi lpi SWF Indonesia
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top