Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Insentif Nakes Dipotong, Kemenkeu dan Kemenkes Masih Koordinasi

Kementerian Keuangan mengaku pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait dengan pemangkasan insentif tenaga kesehatan.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 04 Februari 2021  |  13:14 WIB
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani - Antara/Rosa Panggabean
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani menegaskan bahwa rencana pemotongan insentif tenaga kesehatan masih dalam penyelarasan.

“Mengenai hal tersebut masih dikoordinasikan Kemenkeu dengan Kemenkes [Kementerian Kesehatan],” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (4/2/2021).

Askolani menjelaskan bahwa anggaran kesehatan tahun ini meningkat dari rencana awal. Kenaikannya hampir Rp100 triliun.

“Anggaran kesehatan tahun 2021 awalnya Rp169,7 triliun. Namun dengan perkembangan Covid-19 yang masih sangat dinamis, diperlukan alokasi yang lebih besar. Saat ini diperkirakan akan naik menjadi Rp254 triliun,” jelasnya.

Sementara itu, alokasi kesehatan khusus penanganan Covid-19, Askolani menuturkan bahwa tahun lalu pada program pemulihan ekonomi nasional (PEN) terealisasi Rp63,5 triliun. Pada 2021 ditingkatkan menjadi Rp125 triliun.

“Fokus 2021 tetap penanganan Covid melalui 3T [testing, tracing, dan treatment] termasuk isolasi, vaksinasi, dan penerapan disiplin protokol kesehatan,” ucapnya.

Surat keputusan menteri keuangan diteken tertanggal 1 Februari 2021 untuk menindaklanjuti surat Menteri Kesehatan Nomor KU.01.01/Menkes/62/2021 tanggal 21 Januari 2021 tentang Permohonan Perpanjangan Bagi Tenaga Kesehatan dan Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang Menangani Covid-19.

Dalam surat tersebut, insentif bagi dokter spesialis diberikan sebesar Rp7,5 juta, peserta PPDS Rp6,25 juta, dokter umum dan gigi Rp5 juta, bidan dan perawat Rp3,75 juta, serta tenaga kesehatan lainnya sebesar Rp2,5 juga. Sedangkan santunan kematian bagi tenaga medis yang meninggal karena tertular Covid-19 sebesar Rp300 juta.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, besaran insentif untuk dokter spesialis Rp15 juta, dokter umum dan dokter gigi Rp10 juta, bidan dan perawat Rp7,5 juta, serta tenaga medis lainnya Rp5 juta. Untuk santunan kematian Rp300 juta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkeu tenaga kesehatan kementerian kesehatan
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top