Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hutama Karya Pakai Skema Ini untuk Danai Tol Trans-Sumatra

Hutama Karya masih berharap agar pemerintah dapat mendukung pendanaan konstruksi JTTS sehingga proyek tersebut dapat rampung sesuai dengan target.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 01 Februari 2021  |  18:22 WIB
PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus kebut pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), salah satunya yakni Ruas Pekanbaru-Padang Seksi 1 (Padang-Sicincin) (Pacin) sepanjang 36km.   - Hutama Karya
PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus kebut pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), salah satunya yakni Ruas Pekanbaru-Padang Seksi 1 (Padang-Sicincin) (Pacin) sepanjang 36km. - Hutama Karya

Bisnis.com, JAKARTA — PT Hutama Karya (Persero) akan menggunakan skema pendanaan kreatif untuk mencapai target pendanaan konstruksi jalan tol Trans-Sumatra (JTTS) pada 2023. Adapun, total defisit pendanaan proyek tersebut mencapai Rp60 triliun.

SEVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Muhammad Fauzan mengatakan bahwa salah satu skema yang dipakai adalah penerbitan global medium term notes (GMTN). BUMN itu sejauh ini optimistis dapat mencapai target pendanaan hingga 2023.

"[Salah satu pendanaan kreatif yang dimaksud] yakni program GMTN senilai US$900 juta serta penjajakan potensi kerja sama lainnya dengan nilai yang masih bergerak," katanya kepada Bisnis, Senin (1/2/2021).

Dengan kata lain, Hutama Karya mendapatkan pendanaan senilai Rp12,63 triliun (kurs Rp14.000) dari surat utang global.

Selain itu, Hutama Karya juga akan mendapatkan pendanaan berupa penanaman modal negara (PMN) sekitar Rp6,3 triliun pada tahun ini sehingga defisit pendanaan konstruksi JTTS akan berkurang setidaknya 31,55 persen pada tahun ini menjadi sekitar Rp41,07 triliun.

Fauzan menjelaskan bahwa perseroan masih berharap agar pemerintah dapat mendukung pendanaan konstruksi JTTS sehingga proyek tersebut dapat rampung sesuai dengan target.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hendy Rahadian mengatakan bahwa kekurangan dana untuk konstruksi JTTS tersebut merupakan salah satu tantangan konstruksi jalan tol pada tahun ini. Pasalnya, penugasan konstruksi jalan tol tersebut dilimpahkan pada Hutama Karya.

Alhasil, Hutama Karya saat ini harus mendapat suntikan dana pemerintah berupa PMN.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hutama karya trans-sumatra
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top