Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Kembali Pecahkan Rekor Impor Jagung dari Amerika

China dilaporkan telah mengunci pembelian 6 juta ton jagung pada pekan ini.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 30 Januari 2021  |  13:14 WIB
Panen jagung yang rusak akibat angin topan dan hujan lebat di China. - Bloomberg
Panen jagung yang rusak akibat angin topan dan hujan lebat di China. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - China diperkirakan kembali memecahkan rekor volume impor jagung dari Amerika Serikat selama dua tahun berturut-turut. Dalam pembelian terbesar yang dilakukan Negeri Panda, besaran impor akan melampaui kuota yang ditetapkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

China dilaporkan telah mengunci pembelian 6 juta ton jagung pada pekan ini. Volume tersebut menjadi pembelian mingguan terbesar China menurut laporan Departemen Pertanian AS.

“China juga akan kembali mengimpor 2 juta ton jagung pada putaran pembelian ini sehingga melampaui kuota yang ditetapkan WTO,” sebut seseorang yang familiar dengan isu ini sebagaimana dilaporkan Bloomberg, Sabtu (30/1/2021).

China memang tengah meningkatkan pembelian berbagai produk pertanian dari AS menyusul pulihnya peternakan babi di negara tersebut usai diserang wabah Demam Babi Afrika (ASF). Awal pekan lalu, Kepala Archer-Daniels-Midland Co., salah satu trader terbesar komoditas agrikultur, Juan Luciano menyebutkan China akan mengimpor total 25 juta ton jagung dari berbagai negara, termasuk dari Ukraina.

“Kami kira setok cadangan jagung di China lebih rendah dibandingkan dengan laporan pasar. Mereka berusaha membangkitkan kembali peternakannya, namun juga memperbaiki pakan untuk ternak sehingga memerlukan lebih banyak bahan baku,” kata dia.

Harga jagung berjangka di Chicagu naik 1,7 persen pada Jumat (28/1/2021) setelah sempat turun 0,2 persen sebelumnya. Di samping itu, AS juga dijadwalkan mengirim 5,9 juta ton jagung ke China musim ini sebelum mengirim 6 juta ton pesanan baru. Jika diakumulasi, jumlah ini lebih tinggi dari kuota 7,2 juta ton yang ditetapkan WTO untuk importasi dalam satu musim (September-Agustus).

Tahun lalu, China mengimpor 11,3 juta ton jagung dan melampaui kuota WTO untuk pertama kali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china jagung
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top