Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Freeport Indonesia Kirim 3.500 Ton Pasir Sisa Tambang ke Merauke

Selain pengiriman tailing ke Merauke, Freeport Indonesia sedang mendiskusikan rencana pengiriman pasir tailing ke Sorong dan Nugure
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  09:40 WIB
Agregat pasir tailing yang diambil dari area Sungai Aijkwa, diangkut menggunakan truk ke pelabuhan sementara, dekat jembatan Mile 11 area PT Freeport Indonesia. - ANTARA/PTFI)
Agregat pasir tailing yang diambil dari area Sungai Aijkwa, diangkut menggunakan truk ke pelabuhan sementara, dekat jembatan Mile 11 area PT Freeport Indonesia. - ANTARA/PTFI)

Bisnis.com, TIMIKA — Sebagai tindak lanjut atas permintaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, PT Freeport Indonesia kembali mengirim 3.500 ton pasir sisa tambang (sirsat) atau tailing ke Kabupaten Merauke untuk mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah itu.

Harry Joharsyah, Manajer Proyek Pemanfaatan Tailing PTFI, mengatakan bahwa pengiriman tahap kedua material tailing ke Merauke dilakukan pada Rabu (27/1/2021) melalui pelabuhan sementara di Mile 11, area jalan tambang Pelabuhan Portsite Amamapare, Kabupaten Mimika.

Sebelumnya, pada pertengahan Desember 2020, Freeport telah mengirim material tailing sebanyak 4.000 ton ke Merauke yang akan digunakan untuk pembangunan jalan raya dan fasilitas umum lainnya yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR.

"Pengangkutan agregat pasir tailing ke Merauke menggunakan kapal tongkang. Semoga tidak ada kendala cuaca atau halangan lainnya dalam perjalanan dari Timika ke Merauke," kata Harry, Jumat (29/1/2021).

Pemanfaatan agregat pasir tailing sebelumnya telah mendapat persetujuan atau rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo saat meninjau material tailing yang akan dikirim ke Merauke beberapa waktu lalu di Timika menyebutkan bahwa material tailing Freeport yang kini tersebar cukup luas di hamparan dataran rendah Kabupaten Mimika itu telah memenuhi standar baku mutu sehingga dapat dimanfaatkan sebagai material agregat pembangunan infrastruktur.

"Tailing bukan lagi ampas, tetapi adalah sumber daya yang sangat bagus dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur," kata Wetipo saat itu.

VP PTFI Jenpino Ngabdi mengatakan bahwa pengelolaan tailing merupakan salah satu perwujudan komitmen perusahaan untuk dapat meminimalisasi dampak operasi perusahaan terhadap lingkungan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dalam hal pemanfaatan tailing yang telah diolah pun, katanya, PTFI akan melipatgandakan nilai tambah yang diciptakan di Kabupaten Mimika maupun daerah-daerah lain di Papua melalui berbagai kegiatan.

Pemanfaatan tailing Freeport merupakan bagian dari implementasi Keputusan Menteri LHK Nomor SK. 101/Menlhk/PLA/Setjen/PLA.0/1/2019 tentang Pelaksanaan Peta Jalan (Roadmap) Pengelolaan Tailing PT Freeport Indonesia di Papua.

"Selain pengiriman tailing ke Merauke, saat ini PTFI sedang mendiskusikan rencana pengiriman pasir tailing ke Sorong dan Nugure," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertambangan Freeport

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top