Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPTJ: Jumlah Penumpang Bus AKAP Menurun saat PPKM

BPTJ mencatat adanya penurunan jumlah penumpang bus AKAP selama PPKM dan berharap merupakan salah satu bentuk sikap yang bijak masyarakat dengan mengatur perjalanannya.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  16:03 WIB
Calon penumpang menunggu bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di area pemberangkatan terminal Pulo Gebang, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Calon penumpang menunggu bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di area pemberangkatan terminal Pulo Gebang, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mencatat adanya penurunan jumlah penumpang Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) selama pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlangsung mulai tanggal 11–25 Januari 2021.

Kepala BPTJ Polana B. Pramesti menyampaikan bahwa kebijakan yang diberlakukan selama masa PPKM tidak jauh berbeda dengan apa yang diterapkan pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun, berdasarkan data pada empat terminal bus dibawah pengelolaan BPTJ, yaitu Terminal Jatijajar Kota Depok, Terminal Baranangsiang Kota Bogor, Terminal Poris Plawad Kota Tangerang, dan Terminal Pondok Cabe Kota Tangerang Selatan, terdapat penurunan rata-rata harian jumlah keberangkatan penumpang AKAP apabila dibandingkan dengan rata-rata harian pada sepuluh hari pertama Januari 2021.

“Dari sisi transportasi kita masih mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan No. 41/2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 dan tentunya Surat Edaran yang dikeluarkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19," ujar Polana dalam siaran pers, Rabu (27/1/2021).

Sebagai regulator bidang transportasi, Polana mengklaim bahwa langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 sudah dilakukan mengacu pada aturan-aturan tersebut. Di mana kata dia, BPTJ lebih banyak menjalankan fungsi pengawasan, termasuk dengan memperketat pengawasan pada terminal-terminal yang dikelola.

“Upaya kita lakukan semaksimal mungkin yang tentunya berkoordinasi dengan satgas Covid-19 masing-masing daerah setempat,” ujarnya.

Meski demikian, Polana mengaku mengapresiasi masyarakat yang sampai saat ini tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dan bijak dalam bermobilitas.

Dia berharap penurunan ini merupakan salah satu bentuk sikap yang bijak dan bertanggung jawab dari masyarakat dengan mengatur perjalanannya, mengingat pandemi belum dapat diperkirakan kapan berakhirnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPTJ-Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top