Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ALFI: Proyeksi Laju Pertumbuhan Ekonomi Terlalu Optimistis

ALFI menuebut proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 4,5–5,5 persen terlalu optimistis kendati ada beberapa hal yang menjadi faktor pendorong.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  08:07 WIB
Ilustrasi kapal kontainer -  Bloomberg
Ilustrasi kapal kontainer - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 4,5–5,5 persen terlalu optimis, karena tidak sesuai dengan prediksi yang hanya berkisar 3,5–4 persen.

"Saya lihat ini adalah suatu optimisme. Kalaupun pemerintah menyampaikan angka sesuai APBN 4,5–5,5 persen, kita melihatnya masih terlalu optimis," kata Ketua Umum DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi kepada Bisnis.com, Selasa (26/1/2021).

Yukki menyebut ada beberapa hal yang menjadi faktor pendorong optimisme tersebut. Pertama adalah menyangkut dengan program vaksin tahap pertama yang sedang berjalan. Kemudian, berkaitan dengan kegiatan ekspor untuk menghasilkan devisa.

"Terus juga kita harapkan salah satu [faktor] untuk mencapai pertumbuhan itu adalah dua hal, konsumsi dan investasi," ungkap Yukki.

Dia berharap pada tahun ini investasi bisa dipertahankan dan sesuai dengan perhitungan pemerintah, sebab tidak mudah untuk mencapai angka tersebut dan diperlukan kerja keras semua pihak baik pemerintah maupun swasta.

"Dari sisi pertumbuhan logistik biasanya itu dua kali pertumbuhannya GDP kita. Jadi kalau misalnya asumsinya 3,5–4 persen, itu asumsinya pertumbuhan logistiknya kurang lebih 7–8 persen. Pun dengan angka dari pemerintah tadi, maka dua kali lipatnya," jelasnya.

Sementara untuk sektor transportasi Yukki melanjutkan, pertumbuhannya akan seiring dengan pertumbuhan ekonomi karena hampir semua kegiatan aspek kehidupan manusia selalu ada logistik dan transportasi.

"Logistik dan transportasi biasanya masuk lima besar pencapaian target ekonomi. Tetapi karena pandemi Covid-19, tahun lalu kedua sektor ini masuk urutan buncit setelah pariwisata. Namun sekarang kan sudah bergerak naik, kita harapkan sudah bisa masuk lagi ke sepuluh besar dari sisi investasi dan lainnya," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan pemerintah tidak mengubah atau memangkas target pertumbuhan.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi pemerintah tetap di angka 4,5–5,5 persen sesuai dengan dokumen resmi pemerintah pada APBN 2021," ujar Juru Bicara Kemenko Alia Karenina, Selasa (26/1/2021).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top