Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realisasi Keuangan dan Fisik KSPN Timpang, Ini Alasannya

Kementerian PUPR menjelaskan penyebab terjadinya ketimpangan antara realisasi keuangan dan fisik konstruksi terhadap lima kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN).
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  07:40 WIB
Sejumlah wisatawan berjalan di halaman Candi Borobudur di Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (13/2/2020). -  ANTARA / Anis Efizudin
Sejumlah wisatawan berjalan di halaman Candi Borobudur di Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (13/2/2020). - ANTARA / Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Cipta Karya (DJCK) Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan refocusing anggaran pada 2020 menjadi penyebab utama ketimpangan realisasi keuangan dan fisik konstruksi kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN).

Seperti diketahui, DJCK membangun lima KSPN pada 2020, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Manado-Bitung-Likupang. Dari kelima KSPN tersebut, realisasi keuangan pada KSPN Borobudur, Mandalika, dan Manado-Bitung-Likupang lebih tinggi daripada progres fisik.

"Pada 2020, refocusing Rp8,5 triliun kami lakukan [salah satunya] dengan relaksasi kegiatan KSPN, sehingga ada beberapa kegiatan yang tidak bisa 100 persen dan harus dilakukan multi-year contract," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR, Selasa (26/1/2021).

Diana menyampaikan MYC tersebut membuat porsi konstruksi tersebut dibagi menjadi 20 persen pada 2020 dan 80 persen pada 2021. Hal tersebut membuat realisasi keuangan pada sebagian proyek melonjak, sedangkan progres fisiknya masih rendah.

Berdasarkan data DJCK, progres konstruksi fisik KSPN Borobudur telah mencapai 85,45 persen pada akhir 2020. Namun demikian, proyek tersebut telah menyerap 87,65 persen atau Rp84,3 miliar dari total anggaran yang mencapai Rp96,18 miliar.

Selain itu, KSPN Manado-Bitung-Likupang telah menyerap 73,72 persen atau Rp55,35 miliar dari total anggaran proyek tersebut. Akan tetapi, progres fisik konstruksinya baru mencapai 55,38 persen.

Jurang terbesar terjadi pada konstruksi KSPN Mandalika. Realisasi serapan anggaran proyek tersebut telah mencapai 62,46 persen atau Rp24,06 miliar dari total anggaran senilai Rp38,53 miliar, tapi progres fisiknya aru mencapai 39,9 persen.

Sejauh ini, baru ada dua KSPN yang memiliki laju penyerapan anggaran yang normal, yakni proyek KSPN Danau Toba dan Labuan Bajo dengan total investasi hingga Rp391,55 miliar. Konstruksi KSPN Danau Toba baru menyerap sekitar 66,38 persen anggaran atau sekitar Rp67,66 miliar. Sementara itu, progres fisiknya telah mencapai 83,18 persen.

Sementara itu, progres fisik konstruksi KSPN Labuan Bajo telah mencapai 98,65 persen. Namun demikian, penyerapan anggarannya baru mencapai 84,99 persen atau Rp184,95 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kementerian PUPR
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top