Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonom CORE Indonesia: Ketidakpastian Tinggi, APBN 2021 Bisa Berubah

Vaksin Covid-19 diyakini dapat membantu dalam menangani pandemi. Akan tetapi sejauh apa dampaknya, itu tidak bisa dipastikan.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  18:56 WIB
Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam (dari kiri) menyampaikan paparan didampingi Direktur Mohammad Faisal, dan Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Chamdan Purwoko saat berkunjung ke kantor Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (10/1). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam (dari kiri) menyampaikan paparan didampingi Direktur Mohammad Faisal, dan Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Chamdan Purwoko saat berkunjung ke kantor Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (10/1). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Kemungkinan revisi Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2021 terbuka lebar, meski sudah disahkan menjadi undang-undang (UU). Pasalnya, kondisi pandemi Covid-19 belum usai, sementara vaksinasi masih berlangsung. 

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah mengatakan bahwa pandemi memang menciptakan ketidakpastian yang tinggi. Oleh karena itu, pemerintah sudah menyadari dan mengantisipasinya melalui Peraturan Pemerintah Penggantu UU (Perppu) I/2020 yang kemudian menjadi UU 2/2020.

Melalui regulasi tersebut, pemerintah mempunyai landasan hukum untuk mengambil tindakan yang luar biasa dalam menangani Covid-19.

“Jadi itu adalah antisipasi. Bukan kemudian hilang optimisme atau kondisi memburuk. Memang sejak awal sudah diantispasi kalau saat ini kondisi penuh ketidakpastian. Siapa yang bisa pastikan pandemi akan berakhir dan baik-baik saja? Tidak ada satu negarapun yang bisa pastikan,” katanya saat dihubungi, Selasa (26/1/2021).

Piter menjelaskan bahwa vaksin Covid-19 diyakini dapat membantu dalam menangani pandemi. Akan tetapi sejauh apa dampaknya, itu tidak bisa dipastikan.

Alasannya, banyak yang memengaruhi seperti proses vaksinasinya. Berapa banyak vaksin yang akan datang setelah sebelumnya pemerintah telah mendapatkan 3 juta dosis. Yang ada saat ini belum mampu memenuhi seperempat penduduk Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah harus pastikan proses vaksinasi ini berjalan lancar, sesuai dengan target, dan kalau bisa dipercepat. Kemudian protokol kesehatan harus ditingkatkan. Dua syarat itu mutlak harus dilakukan.

“Karena perekonomian kita simpel. Kalau pandemi reda, pandemi berakhir, perekonomian kita pasti pulih. Karena penyebab dari resesi adalah pandemi. Ketika pandemi reda, berhenti, dan berlalu, ekonomi kita baik lagi. Ketika balik lagi dan ditambah dengan upaya esktra pemerintah mulai dari reformasi struktural dan UU Cipta Kerja, ekonomi kita bisa tumbuh lebih tinggi,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn Virus Corona
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top