Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

INKA Kirimkan 19 Trainset LRT Jabodetabek

PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA baru saja menyelesaikan pengiriman 19 trainset dari total pesanan 31 trainset untuk kebutuhan Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek.
Sebanyak 19 trainset dari total 31 trainset LRT Jabodebek telah dikirim ke Jakarta melalui stasiun Harjamukti (20/1/2021). /INKA
Sebanyak 19 trainset dari total 31 trainset LRT Jabodebek telah dikirim ke Jakarta melalui stasiun Harjamukti (20/1/2021). /INKA

Bisnis.com, JAKARTA - PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA baru saja menyelesaikan pengiriman 19 trainset dari total pesanan 31 trainset untuk kebutuhan Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek.

Dikutip dari akun Twitter resmi @ptinka, perseroan baru saja mengirimkan pesanan trainset yang akan digunakan untuk melayani perjalanan masyarakat menggunakan LRT Jabodebek.

"Sebanyak 19 trainset dari total 31 trainset LRT Jabodebek telah dikirim ke Jakarta melalui stasiun Harjamukti  (20/1/2021). Saat ini sedang dilakukan test run trainset ke-10," cuit twitter tersebut, Jumat (22/1/2021).

Sebelumnya, Senior Manager PKBL, CSR & Stakeholder Relationship PT Inka Bambang Ramadhiarto mengatakan telah memproduksi dan melakukan pengiriman sebanyak 7 trainset bagi kontrak proyek LRT Jabodebek. Secara total untuk proyek ini, Inka akan memproduksi 31 trainset yang terdiri dari 6 kereta. Alhasil, kekurangannya sebanyak 24 trainset akan dikirim hingga paling lambat April 2021.

“Untuk proyek LRT, Kami masih kurang sebanyak 24 trainset. Trainset terakhir [ke-31] dikirim ke Jabodebek target akhir April 2021,” jelasnya kepada Bisnis.com, Senin (19/10/2020).

Saat ini Inka tengah berekspansi ke Kongo dan hal ini akan menambah supply record ke pasar luar negeri setelah 250 Kereta Bangladesh kemarin dikirim awal Oktober 2020. Proyek lain yang sedang dikerjakan PT Inka (Persero) yakni 3 Lokomotif dan 15 Kereta Commuter ke Filipina senilai Rp363 miliar dan 31 Trainset LRT untuk PT KAI (Persero) senilai Rp3,9 triliun.

Selama ini Inka tetap melanjutkan kontrak penjualan kereta penumpang dan lokomotif ke Bangladesh dan Filipina senilai total Rp3,5 triliun tetapi masih menunda pengirimannya selama pandemi. Kontrak penjualan yang sudah ditandatangani tidak ada pembatalan, hanya saja memang terdapat penundaan pengiriman.

Penundaan terjadi untuk kontrak kereta penumpang dan lokomotif Filipina, dan kereta penumpang Bangladesh. Namun, dia menekankan pengiriman yang tertunda bukan berarti pengerjaannya ikut berhenti.

Setelah itu Inka juga sedang mengejar proyek kontrak ke Zambia, KRL KCI, Srilanka. Sementara untuk kontrak dalam negeri, dia menyebutkan belum ada kontrak pengadaan kereta baru kepada PT Kereta Api Indonesia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper