Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini 6 Jurus Gebrakan Biden Sebagai Presiden Baru AS

Tidak tanggung-tanggung, Biden langsung menandatangani 17 perintah eksekutif di hari pertamanya berkantor di Gedung Putih.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 22 Januari 2021  |  10:44 WIB
Presiden terpilih Joe Biden, Jill Biden, Wakil Presiden terpilih Kamala Harris and Doug Emhoff, tiba di gedung Capitol menjelang pelantikan Presiden ke-46 AS di Washington, AS, Rabu (20/1/2021). - Antara/Reuters\r\n
Presiden terpilih Joe Biden, Jill Biden, Wakil Presiden terpilih Kamala Harris and Doug Emhoff, tiba di gedung Capitol menjelang pelantikan Presiden ke-46 AS di Washington, AS, Rabu (20/1/2021). - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah dilantik pada Rabu (20/1/2021), Presiden Joe Biden dan timnya langsung mengeluarkan berbagai kebijakan yang bertujuan untuk menangani pandemi Covid-19 di Amerika Serikat, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi.

Tidak tanggung-tanggung, Biden langsung menandatangani 17 perintah eksekutif di hari pertamanya berkantor di Gedung Putih.

"Dia ingin menyingsingkan lengan bajunya dan mulai bekerja secepat mungkin," kata sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki, dilansir Fox News, Kamis (21/1/2021).

Bahkan, dirinya telah merencanakan berbagai kebijakan ekonomi, termasuk kenaikan pajak dan rencana belanja infrastruktur hingga peninjauan tarif bea masuk untuk China, dengan calon menteri keuangan Janet Yellen.

Berikut ini Bisnis merangkum berbagai kebijakan yang langsung didorong oleh Biden dan timnya:


1. Wajib Pakai Masker

Pakai masker atau Anda tidak akan diizinkan naik pesawat, kereta, atau bus. Presiden Biden menandatangani perintah eksekutif pada hari Kamis (21/1/2021), yang mewajibkan penumpang untuk mengenakan penutup wajah selama perjalanan antar negara bagian.

Itu adalah salah satu dari belasan perintah eksekutif yang ditandatangani oleh presiden hari ini yang bertujuan untuk mengatasi pandemi Covid-19, yang telah menewaskan lebih dari 400.000 orang Amerika.

Perintah tersebut merupakan arahan bagi beberapa lembaga untuk mengambil tindakan yang mengharuskan penggunaan masker sesuai dengan pedoman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.


2. Stimulus Jumbo

Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden merencanakan paket stimulus sebesar US$1,9 triliun atau sekitar Rp26.660 triliun.

Paket stimulus mencakup tunjangan tunai US$1.400 (sekitar Rp19,74 juta) kepada semua warga Amerika Serikat (AS). Jumlah ini bertambah dari sebelumnya US$600 per kepala.

Dikutip dari CNN, Biden akan meningkatkan federal yang meningkatkan pengangguran yang diterima menjadi US$400 seminggu, dari US$300 peningkatan mingguan yang terkandung dalam paket bantuan Kongres dari Desember.

Dikutip dari BBC, sebagian dana akan digunakan untuk memerangi virus Corona sebesar US$415 miliar dan US$440 miliar untuk usaha skala kecil.

Rencananya, pemerintah akan meminta penyediaan US$15 miliar untuk membuat program hibah baru bagi pemilik usaha kecil, terpisah dari Program Perlindungan Gaji yang ada.

Biden juga mengusulkan membuat investasi US$35 miliar di beberapa program pembiayaan negara bagian, lokal, suku, dan nirlaba yang memberikan pinjaman berbunga rendah dan memberikan modal usaha kepada pengusaha.

3. Aktivasi Perjanjian Paris

Biden tancap gas untuk menandatangani sejumlah perintah eksekutif, salah satunya kebijakan iklim untuk kembali bergabung dengan Perjanjian Paris. Pakar lingkungan mengatakan tindakan Biden memperbarui komitmen untuk menjaga lingkungan, memberi sinyal kepada dunia bahwa AS telah kembali ke perang global melawan perubahan iklim, meskipun beberapa diantaranya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk implementasi.

Tindakan tersebut menjadi kontras dan pembalikan dari pendekatan proindustri Presiden Donald Trump terhadap energi dan lingkungan. Trump menyebut pakta itu akan membahayakan daya saing AS dengan memungkinkan transfer kekayaan Paman Sam ke negara-negara yang bertanggung jawab atas sebagian besar polusi dunia.

4. Kembali ke WHO

Amerika Serikat di bawah Presiden Joe Biden berencana untuk bergabung dengan fasilitas vaksin Covax yang bertujuan untuk mengirimkan vaksin ke negara-negara miskin, kata kepala penasihat medisnya Anthony Fauci kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyambut baik pengumuman tersebut kepada Dewan Eksekutif WHO.

"Ini adalah hari yang baik untuk WHO dan hari yang baik untuk kesehatan global." Ujarnya dilansir dari Channel News Asia.

5. Vaksinasi Covid-19

Biden menargetkan 100 juta penyuntikan vaksin dalam 100 hari pertama dia menjabat sebagai Presiden. Dikutip dari BBC, Biden juga berjanji untuk transparan tentang kemunduran, dan memungkinkan ilmuwan bekerja bebas dari campur tangan politik. AS sendiri telah melakukan 16,5 juta suntikan hingga saat ini.

6. Tembok Meksiko

Biden memutuskan untuk menghentikan pembangunan tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko. Kebijakan ini merupakan salah satu dari perintah eksekutif Biden.  Pemerintahan Biden juga akan melakukan reformasi sistem imigrasi. Pembangunan tembok Meksiko adalah perintah Trump ketika dia mulai menjabat pada 2016.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stimulus Joe Biden Vaksin Covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top