Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Calon Menkeu AS Janet Yellen Siap Hadapi Tindakan 'Kejam' China

Pernyataan Yellen, di depan Senat pada Selasa (19/1/2021), menandakan bahwa pemerintahan Presiden terpilih Joe Biden akan bertujuan untuk melanjutkan beberapa kebijakan garis keras Donald Trump terhadap negara Asia tersebut.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  00:37 WIB
Calon Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen.  - Reuters
Calon Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Calon menteri keuangan di kabinet Joe Biden Janet Yellen mengatakan Amerika Serikat (AS) siap untuk menghadapi praktik perdagangan dan ekonomi China yang "kasar".

Pernyataan Yellen, di depan Senat pada Selasa (19/1/2021), menandakan bahwa pemerintahan Presiden terpilih Joe Biden akan bertujuan untuk melanjutkan beberapa kebijakan garis keras Donald Trump terhadap negara Asia tersebut.

"China meremehkan perusahaan Amerika dengan membuang produk, mendirikan hambatan perdagangan, dan memberikan subsidi ilegal kepada perusahaan," kata Yellendi depan Komite Keuangan Senat.

Yellen menegaskan China telah mencuri kekayaan intelektual dan terlibat dalam praktik yang memberinya keuntungan teknologi yang tidak adil, termasuk transfer teknologi paksa.

“Dan praktik ini, termasuk standar tenaga kerja dan lingkungan yang rendah di China, adalah praktik yang kami siapkan untuk menggunakan berbagai alat untuk mengatasinya,” kata mantan gubernur Federal Reserve tersebut.

Hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia terlihat tetap penuh tantangan di bawah Biden karena baik Partai Republik dan Demokrat di Kongres sangat ingin menghukum China atas pencurian kekayaan intelektual dan praktik perdagangan yang tidak adil.

Yellen mengatakan AS akan berusaha untuk bekerja dengan sekutu kami daripada secara sepihak untuk mengatasi masalah ini.

“China jelas merupakan pesaing strategis terpenting kami,” lanjut Yellen.

Menurut Yellen, AS juga harus berusaha memperkuat ekonominya sendiri dengan berinvestasi dalam infrastruktur dan penelitian dan pengembangan, seperti yang akan segera diusulkan Biden.

Selama empat tahun terakhir, Trump dan pemerintahannya telah memberlakukan tarif pada impor China senilai lebih dari US$350 miliar, berusaha menghukum negara tersebut atas pencurian kekayaan intelektual. Namun, semua tuduhan ini dibantah oleh China.

Trump juga sangat mengandalkan rezim sanksi Departemen Keuangan untuk menghukum pejabat China yang terlibat dalam tindakan keras terhadap pengunjuk rasa demokrasi di Hong Kong.

Yellen juga akan mewarisi keputusan tertunda terkait dengan divestasi saham perusahaan teknologi China. Pertempuran paling terkenal terjadi tahun lalu atas aplikasi media sosial TikTok, yang diperintahkan oleh pemerintahan Trump untuk diputus hubungannya dari perusahaan induknya di China, ByteDance Ltd. karena alasan keamanan nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china janet yellen Joe Biden

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top