Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Beroperasi Lebih dari Seabad, London Metal Exchange Bakal Ditutup Permanen

The Ring LME memiliki akar yang dalam di pasar fisik, dan para pendukungnya berpendapat bahwa, meskipun keanggotaannya telah berkurang, The Ring telah melayani industri logam global hingga hari ini seperti halnya di zaman Victoria.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  20:48 WIB
Situasi di The Ring, lantai bursa London Metal Exchange -  Bloomberg
Situasi di The Ring, lantai bursa London Metal Exchange - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - London Metal Exchange (LME) mengusulkan untuk penutupan permanen lantai perdagangan terbuka dan mengakhiri praktik berusia seabad dalam menetapkan harga logam dunia secara tradisional.

Lantai perdagangan ikonik yang dikenal sebagai "The Ring" adalah salah satu yang terakhir di dunia, di mana transaksi masih dilakukan secara langsung.

Dalam praktik ini, penetapan harga masih dilakukan dengan berteriak dan memberikan gerakan tangan yang misterius. The Ring sendiri telah ditutup sejak lockdown Covid-19 pertama di Inggris pada bulan Maret 2020.

Saat itu, bursa berjangka ini beralih ke sistem elektronik untuk menetapkan harga patokan dunia untuk logam industri termasuk tembaga, aluminium, dan seng.

Selama 10 bulan, operasi tersebut berjalan dengan lancar. Kondisi ini menghidupkan kembali debat selama bertahun-tahun tentang apakah The Ring telah melampaui kegunaannya. Sementara itu, penetapan harga dengan cara saling berteriak adalah satu-satunya cara agar harga dapat ditetapkan untuk sistem kontrak kompleks LME.

Dikutip dari Bloomberg, LME akan menerbitkan makalah di mana mereka mengusulkan penutupan permanen The Ring. Hal tersebut disampaikan oleh seseorang yang mengetahui masalah tersebut.

Langkah untuk menutup The Ring berarti akan menutup salah satu institusi paling bersejarah di Kota London. Keputusan ini diambil pada saat ketidakpastian yang meningkat untuk status pusat keuangan global karena dampak keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

The Ring memiliki akar yang dalam di pasar fisik, dan para pendukungnya berpendapat bahwa, meskipun keanggotaannya telah berkurang, The Ring telah melayani industri logam global hingga hari ini seperti halnya di zaman Victoria.

Tetapi bagi sebagian orang luar, lantai perdagangan juga telah menjadi simbol laju perubahan glasial di beberapa bagian sektor keuangan London.

Beberapa dealer telah berinvestasi besar-besaran dalam platform perdagangan elektronik, tetapi menutup lantai sepenuhnya akan menempatkan mereka lebih tepat dalam persaingan dengan pedagang algoritmik yang sangat canggih di satu sisi, dan bank yang jauh lebih baik di sisi lain.

Taruhannya juga berat untuk LME, karena bursa pesaing kemungkinan akan melihat celah untuk memikat pengguna The Ring ke platform elektronik mereka sendiri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa berjangka london metal exchange

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top