Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KNKT Pelajari Isi Data Black Box Sriwijaya Air SJ-182

KNKT segera mempelajari isi data FDR dari black box pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang telah diunduh.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 15 Januari 2021  |  15:46 WIB
Tim patroli laut Bea Cukai dari Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Tanjung Priok turut melakukan pencarian terhadap pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tujuan Jakarta-Pontianak yang hilang kontak di sekitaran perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (09/01). - Humas Bea Cukai
Tim patroli laut Bea Cukai dari Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Tanjung Priok turut melakukan pencarian terhadap pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tujuan Jakarta-Pontianak yang hilang kontak di sekitaran perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (09/01). - Humas Bea Cukai

Bisnis.com, JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang dalam proses mempelajari isi data penerbangan (flight data recorder/FDR) dari black box pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menuturkan isi data dari black box tersebut sudah berhasil diunduh. Adapun, FDR diserahkan ke KNKT sejak 13 Januari 2021.

"Kami telah berhasil mengunduh data yang berada dalam FDR dari black box pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Ada 330 parameter dan semua dalam kondisi baik. Saat ini sedang kita pelajari," kata Soerjanto dalam siaran pers, Jumat (15/1/2021).

Saat ini, KNKT masih menunggu pencarian perekam suara di kokpit (cockpit voice recorder/CVR) yang masih dilakukan Tim Gabungan. CVR merupakan salah satu bagian penting kotak hitam lainnya, yang digunakan untuk proses investigasi lebih lanjut.

Sebelumnya, Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Capt. Nurcahyo Utomo telah menerima Crash Survivable Memory Unit (CSMU) yang merupakan bagian dari kotak hitam (black box) yang paling tahan benturan ataupun panas hingga suhu 1.000° C selama 1 jam.

Setelah menemukan perangkat FDR pada Selasa (13/1/2021) dan mengeluarkannya dari kotak air, modul memori tersebut telah dibersihkan dan masuk ke dalam proses pengeringan dengan oven khusus selama delapan jam.

“Proses diawali dengan mengeluarkan memori unit tersebut kemudian dibersihkan dari kotoran utamanya dari garam karena pernah terendam di laut. Lalu dibersihkan dengan air suling dilanjutkan dengan alkohol. Setelah dibersihkan dilanjutkan dengan proses pengeringan. Menggunakan oven khusus selama delapan jam,” ujarnya melalui keterangan video, Rabu (13/1/2021).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sriwijaya Air
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top