Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wakil Gubernur Fed Sebut Tak Ada Tapering Tahun Ini

Namun, ekspektasinya untuk pembelian dapat berubah jika prospek ekonomi membaik lebih dari yang diantisipasi.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 12 Januari 2021  |  16:41 WIB
Warga melintas di depan gedung bank central Amerika Serikat atau The Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat, Rabu (31/7/2019). Bloomberg - Andrew Harrer
Warga melintas di depan gedung bank central Amerika Serikat atau The Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat, Rabu (31/7/2019). Bloomberg - Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Gubernur Federal Reserve Richard Clarida mengatakan dia tidak mengharapkan bank sentral untuk mulai mengurangi pembelian asetnya tahun ini meski ekonomi diperkirakan akan menguat.

"Prospek ekonomi saya konsisten dengan kami menjaga laju pembelian saat ini selama sisa tahun ini," katanya dilansir Bloomberg, Selasa (12/1/2021).

Beberapa pembuat kebijakan, termasuk Presiden Fed Chicago Charles Evans dan Raphael Bostic dari Atlanta, mengatakan minggu lalu bahwa mereka mungkin mendukung pengurangan laju pembelian pada akhir tahun jika ekonomi bangkit kembali dengan cukup kuat.

Clarida membenarkan bahwa ekspektasinya untuk pembelian dapat berubah jika prospek ekonomi membaik lebih dari yang diantisipasi. Namun dia juga mengatakan bahwa ekonomi berada dalam "ubang yang dalam dan perlu waktu bagi pasar kerja untuk pulih dan inflasi meningkat menuju target 2 persen.

"Mungkin butuh waktu lama sebelum kami berpikir untuk mengurangi laju pembelian kami," katanya.

Fed membeli US$120 miliar obligasi pemerintah dan sekuritas AS setiap bulan sebagai bagian dari upayanya untuk mendukung perekonomian.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang mengatur tingkat suku bunga mengatakan pada Desember bahwa pihaknya akan terus membeli setidaknya pada kecepatan saat ini sampai pemulihan ekonomi membuat kemajuan substansial lebih lanjut.

Clarida mengatakan masa depan ekonomi terlihat lebih cerah berkat persetujuan vaksin Covid-19, meski terjadi lonjakan infeksi.

"Pengembangan beberapa vaksin yang efektif menunjukkan kepada saya bahwa prospek ekonomi pada 2021 dan seterusnya telah cerah dan risiko penurunan prospek telah berkurang," katanya.

Meskipun lonjakan kasus saat ini dinilai memprihatinkan, Clarida juga mengatakan ekonomi telah terbukti lebih tangguh dalam beradaptasi dengan pandemi daripada yang diharapkan oleh banyak orang di dalam dan di luar Fed, sebagian berkat dukungan moneter dan fiskal.

Perekonomian telah mencapai titik terendah karena infeksi yang meningkat. Nonfarm payrolls turun 140.000 pada Desember, penurunan pertama dalam delapan bulan, karena melonjaknya kasus menyebabkan korban yang lebih besar pada pekerjaan, terutama di restoran.

Clarida menyebut laporan pekerjaan mengecewakan, meskipun dia menyiratkan bahwa pasar tenaga kerja tidak sekuat angka yang diindikasikan dan kelambatan tidak mungkin berlangsung lama.

Jasa ritel, profesional dan bisnis, konstruksi dan manufaktur semuanya membukukan kenaikan pekerjaan yang solid pada Desember bahkan ketika gaji di restoran dan bar anjlok.

Clarida menepis kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga jangka panjang baru-baru ini akan merusak upaya Fed untuk mengembalikan perekonomian ke lapangan kerja maksimum dan mengangkat inflasi ke tujuan bank sentral.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

federal reserve tapering

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top