Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perkantoran di Jakarta & Surabaya Kelebihan Pasok

Konsultan bisnis properti Collier International mengungkapkan bahwa kondisi pasar perkantoran di Jakarta dan Subaya hingga akhir tahun lalu masih mengalami kelebihan pasok.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 06 Januari 2021  |  15:10 WIB
Jajaran gedung perkantoran di Jakarta./Bisnis - Abdurachman
Jajaran gedung perkantoran di Jakarta./Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Kondisi properti perkantoran di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya mengalami kelebihan pasokan.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan problem utama sektor perkantoran adalah masih terjadi oversupply. Kelebihan pasokan perkantoran ini terjadi sejak beberapa tahun terakhir.

Pasokan kantor yang berlebih sepanjang 2020, berdampak pada tingkat hunian yang rendah dan harga tarif sewa yang menurun.

Di CBD (central business district) Jakarta pada kuartal I/2020 terdapat empat gedung baru yang beroperasi secara bersamaan dengan tambahan pasokan 212.247 m2 persegi sehingga total pasok kumulatif menjadi 6,87 juta m2 dengan pertumbuhan 3,2 persen yoy .

Di luar CBD, terdapat tiga gedung beroperasi membawa tambahan 85.000 meter persegi selama kuartal IV/2020 sehingga total pasok kumulatif mencapai 3,58 juta m2 atau tumbuh 2,4 persen.

"Meskipun pasokan bertambah, tingkat hunian perkantoran di Jakarta baik CBD maupun non-CBD mengalami penurunan sepanjang tahun lalu," ujarnya dalam media briefing secara virtual pada Rabu (6/1/2021).

Ferry menuturkan tingkat hunian di area CBD mengalami penurunan sejak kuartal III/2020. Hal yang sama juga terjadi di area non-CBD yang tingkat huniannya terus menurun.

Saat ini harga tarif sewa baik di area CBD maupun non CBD juga menurun. Di CBD tarif sewa turun 7 persen yoy menjadi rata-rata Rp257.532 per m2.

Untuk di non-CBD, tarif sewa tercatat Rp190.047 per m2. Tarif sewa gedung baru lebih rendah dari harga pasar sehingga pada kuartal IV/2020, tarif sewa turun 2,5 persen yoy.

"Untuk harga jual, transaksi yang rendah membuat rata-rata harga jual tidak berubah. Harga jual di pasar sekunder beragam. Beberapa pemilik unit masih mematok harga di atas rata-rata karena lokasi," ujarnya.

Properti Surabaya

Surabaya juga kelebihan pasokan. Pada paruh kedua 2020, terdapat empat gedung perkantoran baru yang beroperasi di Kota Surabaya yakni Praxis, Spazio Tower, Telkom Smart Office, dan Royal Office Tower.

Keempat gedung itu menambah 70.000 m2 dan membawa total pasokan kumulatif menjadi 496.000 m2 pada 2020 yang tumbuh hampir 17 persen yoy.

Besarnya tambahan pasok baru menjadi salah satu penyebab tingkat hunian turun 6,5 persen yakni berada di 61 persen pada semester Ii2020 dibandingkan dengan semester sebelumnya.

Untuk mendorong tingkat serapan perkantoran di Surabaya, lanjutnya, sebagian gedung baru yang beroperasi mematok tarif sewa yang lebih rendah dibandingkan dengan pasar. Hal itu berdampak pada rerata tarif sewa yang turun 10 persen yoy.

Untuk harga jual cenderung tidak berubah dan tercatat Rp31,5 juta per m2 sepanjang 2020. “Sebagian besar pembeli itu investor yang akan menjual kembali," tutur Ferry.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkantoran bisnis properti
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top