Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pertamina Lubricants Gandeng ITB dan Pupuk Kujang Kembangkan Katalis

Nilai investasi awal pembangunan pabrik katalis sekitar Rp170 miliar dengan porsi saham Pertamina Lubricants sebesar 38 persen, Pupuk Kujang 37 persen, dan Rekacipta Inovasi ITB 25 persen.
Petugas mendata produk yang tersedia dalam gudang di Pabrik Pertamina Lubricants, Gresik, Jawa Timur, Selasa (18/4)./Antara-Zabur Karuru
Petugas mendata produk yang tersedia dalam gudang di Pabrik Pertamina Lubricants, Gresik, Jawa Timur, Selasa (18/4)./Antara-Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina Lubricants bersama dengan PT Rekacipta Inovasi ITB dan PT Pupuk Kujang membentuk perusahaan patungan untuk pengembangan katalis di dalam negeri.

Perusahaan patungan tersebut dibentuk dengan nama PT Katalis Sinergi Indonesia (KSI) yang telah disahkan dalam akta pendirian perusahaan yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT Pertamina Lubricants Ageng Giriyono, Direktur Utama PT Pupuk Kujang Maryadi, dan Direktur Utama PT Rekacipta Inovasi ITB Alam Indrawan di Cikampek, Jawa Barat, Rabu (30/12/2020).

Ageng Giriyono menjelaskan bahwa pendirian KSI sebagai perusahaan patungan penghasil katalis merupakan langkah kolaborasi yang ditempuh oleh badan usaha milik negara dan perguruan tinggi BHMN dalam rangka merealisasikan program pengembangan sumber daya energi berbasis kelapa sawit.

Program tersebut tertuang dalam program strategis nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 yang sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024.

Nilai investasi awal pembangunan pabrik katalis ini sekitar Rp170 miliar dengan porsi saham Pertamina Lubricants sebesar 38 persen, Pupuk Kujang 37 persen, dan Rekacipta Inovasi ITB 25 persen.

Nantinya, produksi katalis dari KSI akan berkontribusi sebesar sekitar 800 ton per tahun. Produk katalis JV ini akan diserap sekitar 64 persen oleh Pertamina dan 34 persen dialokasikan untuk pabrik oleokimia.

"Bahkan, pada saatnya nanti diharapkan produk katalis merah putih karya anak bangsa ini akan mampu menembus pasar ekspor dan bersaing dengan produk-produk global player," ujarnya melalui siaran pers, Kamis (31/12/2020).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhammad Ridwan
Editor : Zufrizal
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper