Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi Syariah Melesat, Tapi Kualitas SDM Belum Bisa Mengimbangi

Ada ketidaksamaan antara kebutuhan pasar dengan kompetensi SDM yang dihasilkan.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  16:54 WIB
Ilustrasi lembaga keuangan syariah. - Istimewa
Ilustrasi lembaga keuangan syariah. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa industri keuangan syariah tumbuh mengesankan selama tiga dasawarsa atau sejak berdirinya bank syariah pada 1992 lalu.

Akan tetapi tantangan dihadapi dari segi sumber daya manusia (SDM). Hal ini perlu ditingkatkan kualitasnya agar memiliki daya saing.

"Dalam rangka kebutuhan SDM di bidang keuangan syariah, Indonesia menyiapkan program studi, fakultas, bahkan sekolah tingggi yang khusus mengembangkan keuangan syariah," katanya saat sambutan melalui diskusi virtual, Selasa (29/12/2020).

Berdasarkan hitung-hitungannya, Sri menjelaskan bahwa setiap tahun ada 40.000 lulusan dari pendidikan ekonomi dan keuangan syariah. Jumlah tersebut tentu sangat besar.

Akan tetapi kuantitas tersebut juga menimbulkan masalah. Penyebabnya ada ketidaksamaan antara kebutuhan pasar dengan SDM yang dihasilkan.

"SDM yang bekerja di sektor keuangan syariah 90 persen bukan berasal dari lulusan program studi ekonomi Islam dan keuangan syariah. Malah justru dari program studi yang lain," jelasnya.

Ini disebabkan lulusan tersebut tidak dilengkapi dengan kompetensi teknis yang dibutuhkan industri. Sementara dari perspektif dunia usaha, lebih mudah dan murah memanfaatkan yang ada lalu diberi pengetahuan sedikit tentang ekonomi syariah.

"Tidak sedikit SDM yang diambil bahkan dari lembaga keuangan konvensional. Karena mereka paham indusri, paham konsumen, dan memiliki pengalaman memadai," ucap Sri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani sumber daya manusia keuangan syariah
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top