Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kemenperin Jadikan Industri Halal Fokus Pengembangan 2021

Konsep logistik halal di kawasan industri halal mencakup sistem manajemen rantai pasok, pengadaan bahan baku, proses produk halal, penyimpanan produk halal dan distribusi produk halal.
/Bisnis-Rachman
/Bisnis-Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan pengembangan industri halal akan menjadi salah satu fokus utama pada 2021.

Adapun, Kemenperin telah menyiapkan satu direktorat khusus untuk pengemabngan industri tersebut tahun depan.  

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pihaknya melihat akan ada peningkatan permintaan produk halal pada 2021.Peningkatan permintaan tersebut dinilai tidak hanya berasal dari negara mayoritas muslim.  

"Saya sudah bertemu banyak sekali CEO perusahaan-perusahaan multinasional. Mereka mengatakan bahwa dunia sudah mulai mencari produk-produk halal untuk mereka konsumsi," katanya dalam Konferensi Pers Akhir 2020, Senin (28/12/2020). 

Untuk menindaklanjuti hal itu, Agus menyampaikan pihaknya telah membentuk direktorat baru yang akan berurusan khusus industri halal. "Jujur saja, kita agak tertinggal dengan beberapa negara lain di dunia terkait industri halal."

Selain membuat direktori baru, Agus menyatakan pihaknya juga akan memulai ajang penghargaan untuk pelaku industri halal pada 2021. Menurutnya, ajang penghargaan tersebut dapat memacu pelaku industri halal untuk menunjukkan potensi industri halal nasional. 

Sebelumnya, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Dody Widodo mengatakan konsep logistik halal di kawasan industri halal mencakup sistem manajemen rantai pasok, pengadaan bahan baku, proses produk halal, penyimpanan produk halal, dan distribusi produk halal.

Menurutnya, potensi meningkatnya permintaan produk halal dalam negeri maupun luar negeri, selain bisa menjadikan Indonesia sebagai regional and global halal hub untuk produksi dan perdagangan halal juga mendorong kebutuhan terhadap logistik halal yang meliputi gudang, pelabuhan, kapal udara, kapal laut dan semua hal yang berhubungan dengan fasilitas penanganan.

"Untuk itu perusahaan jasa logistik dalam mendistribusikan produk halalnya harus sudah mendapatkan sistem jaminan halal sehingga rantai nilai halal dari hulu sampai hilir terjamin," katanya.

Dody menambahkan perusahaan logistik juga dapat memiliki unique selling point untuk dapat melakukan penanganan pada produk halal sehingga menjadi nilai tambah dibandingkan perusahaan lain yang tidak menerapkan sistem jaminan halal.

Untuk itu, Dody berharap dengan adanya integrasi antara sektor logistik, pelabuhan dan kawasan industri halal dapat menghasilkan strategi rantai pasok melalui Halal Traceability System sehingga dapat memacu pengembangan ekonomi syariah di kawasan industri halal Indonesia.

"Langkah strategisnya adalah mengembangkan potensi produk dan jasa industri halal di Tanah Air untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor tersebut sebagaimana yang tercantum dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia tahun 2019-2024,” katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper