Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pendapatan Manufaktur China Redup di Bulan Desember, Kok Bisa Ya?

Pelonggaran pada November disebabkan angka basis pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Oktober, kata NBS dalam sebuah pernyataan.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 27 Desember 2020  |  12:26 WIB
Pekerja mengenakan masker di pabrik milik Yanfeng Adient Seating Co. di Shanghai, China, Senin (24/2/2020). - Bloomberg/Qilai Shen
Pekerja mengenakan masker di pabrik milik Yanfeng Adient Seating Co. di Shanghai, China, Senin (24/2/2020). - Bloomberg/Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA - Keuntungan perusahaan manufaktur China tumbuh lebih lambat di bulan November karena harga produsen terus menurun.

Keuntungan industri naik 15,5 persen bulan lalu, setelah naik 28,2 persen pada Oktober, dikutip data dari Biro Statistik Nasional (NBS) yang dirilis Minggu (27/12/2020).

Selama 11 bulan pertama tahun 2020, keuntungan manufaktur China naik 2,4 persen dari tahun sebelumnya.

Pelonggaran pada November disebabkan angka basis pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Oktober, kata NBS dalam sebuah pernyataan.

Dikatakan ada stimulus pasar yang efektif dan peningkatan stabil baik dalam penawaran dan permintaan.

“Perlu dicatat bahwa piutang usaha dan persediaan barang jadi masih meningkat,” Zhu Hong, ekonom pemerintah, dalam pernyataan resminya dikutip dari Bloomberg. 

Dia melihat ke depannya manufaktur masih perlu fokus pada reformasi struktural sisi penawaran dan manajemen sisi permintaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur china

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top