Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Alibaba di Tengah Pusaran Tuduhan Monopoli

Draf anti monopoli yang diresmikan pada November lalu telah memberikan kekuasaan kepada pemerintah untuk membatasi kekuasaan para pengusaha.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 25 Desember 2020  |  11:59 WIB
Pendiri Alibaba Jack Ma menjadi pembicara di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018). - ANTARA/M Agung Rajasa
Pendiri Alibaba Jack Ma menjadi pembicara di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah China memulai investigasi terkait tuduhan monopoli terhadap Alibaba Group Holding Ltd. dan memanggil pejabat yang terafilisasi dengan Ant Group Co. ke pertemuan tingkat tinggi.

Keputusan untuk melakukan penyelidikan tersebut resmi diumumkan pada Kamis (24/12/2020) dan menandai tindakan tegas Partai Komunis terhadap dominasi bisnis Jack Ma mulai dari e-commerce, logistik, hingga media social.

Tekanan kepada Jack ma ini merupakan upaya pemerintah untuk mengendalikan ranah internet yang semakin berpengaruh. Draf anti monopoli yang diresmikan pada November lalu telah memberikan kekuasaan kepada pemerintah untuk membatasi kekuasaan para pengusaha.

Setelah dielu-elukan sebagai sumber kemakmuran ekonomi dan simbol kehebatan teknologi negara, Alibaba dan rivalnya, Tencent Holdings Ltd., harus menghadapi tekanan dari pemerintah akibat semakin besarnya pengaruh mereka.

“Ini jelas-jelas merupakan eskalasi dari upaya untuk mengendalikan dinasti Jack Ma yang disimbolkan sebagai perusahaan yang terlalu besar untuk gagal. China ingin melihat perusahaan lebih kecil, tidak dominan, dan lebih patuh ,” kata peneliti Zhongguancun Internet Finance Institute Dong Ximiao, dikutip dari Bloomberg, Jumat (25/12/2020).

Berdasarkan keterangan resminya, Organisasi Pengawas Pasar saat ini sedang menginvestigasi Alibaba. Regulator termasuk bank sentral dan pengawas perbankan akan memanggil pejabat Ant untuk menghadiri pertemuan bersama.

Penyelidikan terhadap Alibaba dan Ant ini mengindikasikan bahwa China akan memperketat pengawasan terhadap regulasi finansial sekaligus mengancam pertumbuhan perusahaan finansial online terbesar di dunia ini.

Dalam keterangannya di akun WeChat, Ant menyatakan perusahaan akan mempelajari lebih lanjut terkait pemanggilan tersebut dan akan mematuhi segala regulasi yang ada.

Jack Ma, pendiri Alibaba dan Ant, menghilang dari publik setelah penawaran umum perdana Ant gagal pada bulan lalu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china alibaba jack ma

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top