Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menperin Sesalkan Adanya Pembakaran Fasilitas Produksi PT VDNI

Menperin meminta agar VDNI mematuhi seluruh peraturan perundangan yang berlaku di dalam negeri, termasuk memastikan pemenuhan hak tenaga kerja.
Ipak Ayu H.N. & Andi M. Arief
Ipak Ayu H.N. & Andi M. Arief - Bisnis.com 16 Desember 2020  |  14:32 WIB
Smelter nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry segera diresmikan.  - Kemenperin
Smelter nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry segera diresmikan. - Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa kejadian pembakaran di pabrik PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) merupakan hal yang tidak perlu. VDNI merupakan produsen baja nirkarat yang berlokasi di Konawe, Sulawesi Tenggara.

Pada Senin (14/12/2020), tenaga kerja VDNI melakukan demonstrasi terkait dugaan pelanggaran hak tenaga kerja yang dilakukan VDNI. Namun, demonstrasi berakhir dengan pembakaran gedung maupun alat operasi VDNI.

"Pemerintah meminta kepada semua pihak agar bersama-sama menjaga situasi yang kondusif dan tidak memperburuk keadaan guna menjaga iklim investasi yang sejuk di Kabupaten Konawe," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melalui siaran pers, Rabu (16/12/2020).

Agus menyatakan bahwa pihaknya sedang bekerja keras membawa investasi ke dalam negeri yang mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Menurutnya, perselisihan antara tenaga kerja dan pelaku industri seharusnya bisa diselesaikan melalui dialog dua arah.

Sementara itu, Agus meminta agar VDNI mematuhi seluruh peraturan perundangan yang berlaku di dalam negeri, termasuk memastikan pemenuhan hak tenaga kerja.

Agus mendata VDNI telah merealisasikan investasi senilai US$1 miliar dalam bentuk pembangunan 15 tungku rotary kiln-electric furnace.  Investasi tersebut membuat kapasitas produksi VDNI menjadi 800.000 ton per tahun yang dapat memproduksi nickel pig iron (NPI) dengan kadar nikel 10—12 persen.

Investasi tersebut, katanya, telah menyerap tenaga kerja langsung hingga 6.000 orang dan tenaga kerja tidak langsung mencapai 10.000 orang. Selain itu, NPI dari investasi tersebut berhasil diekspor dengan nilai US$132,2 juta hingga akhir 2018.

Oleh karena itu, Agus meminta agar Pemerintah Kabupaten Konawe segera melakukan mediasi terhadap sengketa tersebut. Selain itu, dia juga meminta agar aparat berwajib menindak pelaku tindakan anarkis.

"Saya sangat menyesalkan terjadinya pembakaran pabrik VDNI," ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembakaran konawe utara
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top