Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemulihan Pariwisata Global Akan Bertahap Meski Ada Vaksin

Lambatnya pemulihan tersebut berasal dari implikasi kredit dari permintaan lesu yang bersifat negatif dan menjangkau sektor korporasi, keuangan publik, dan pemerintah.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 13 Desember 2020  |  11:05 WIB
Ilustrasi - Polisi memeriksa kondisi kesehatan para wisatawan asing dan domestik yang datang dari Pelabuhan Padang Bai, Bali, tiba di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB.  - ANTARA
Ilustrasi - Polisi memeriksa kondisi kesehatan para wisatawan asing dan domestik yang datang dari Pelabuhan Padang Bai, Bali, tiba di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Permintaan global untuk perjalanan dan pariwisata akan membutuhkan beberapa tahun untuk pulih ke tingkat sebelum pandemi, meskipun vaksin virus Corona telah tersedia di sejumlah tempat pada akhir tahun ini.

Fitch Ratings memperkirakan butuh waktu setidaknya 4 tahun hingga 2024 bagi perjalanan global untuk rebound ke tingkat sebelum pandemi.

Terlebih, level baseline 2019 merupakan periode yang sangat kuat sehingga akan memakan waktu cukup lama bagi sektor-sektor seperti layanan perjalanan, pelayaran, penginapan, maskapai penerbangan, bandara, dan pelabuhan untuk pulih.

Pasalnya, ini sebagai implikasi kredit dari permintaan lesu yang bersifat negatif dan menjangkau sektor korporasi, keuangan publik, dan pemerintah.

"Banyak emiten yang terkait dengan perjalanan liburan atau perusahaan, industri penerbangan, penginapan, dan kapal pesiar diturunkan peringkatnya dan proyeksi peringkat pada sebagian besar portofolio cakupan kami adalah negatif," kata Ficth Rating dalam keterangannya, dilansir Minggu (13/12/2020).

Tekanan pada pendapatan dan profitabilitas akan menjadi sangat akut dalam waktu dekat karena munculnya kembali infeksi dan kembalinya pembatasan secara global pada mobilitas wisatawan di dalam negeri dan internasional. Tetapi, likuiditas umumnya memadai, mengingat pengurangan biaya dan uang tunai yang terkumpul selama pandemi.

Namun demikian, berita tentang vaksin akan memberikan peluang bagi emiten yang bergantung pada industri perjalanan untuk meningkatkan likuiditas melalui penerbitan utang atau ekuitas seiring dengan membaiknya sentimen investor.

Subsektor kapal pesiar mungkin termasuk yang paling lambat pulih karena mencakup hampir seperempat wisatawan dunia dan risiko terkait kesehatan.

Selain itu, permintaan untuk perjalanan wisata kemungkinan akan pulih lebih cepat daripada perjalanan korporat.

Kendati demikian, ada risiko penurunan asumsi pemulihan perjalanan Fitch Rating karena ketidakpastian mengenai dampak jangka menengah terhadap perilaku konsumen, meskipun berita vaksin memberikan sentimen positif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata fitch ratings Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top