Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cukai Rokok Naik 12,5 Persen Berlaku Awal Februari, Regulasi Menyusul

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa kebijakan kenaikan cukai efektif berlaku pada 1 Februari 2021.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 10 Desember 2020  |  13:02 WIB
Cukai Rokok Naik 12,5 Persen Berlaku Awal Februari, Regulasi Menyusul
Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik 11 pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kementerian Keuangan, Senin (24/8/2020). Menteri Keuangan hadir secara virtual dalam pelantikan ini - Kemenkeu
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mengumumkan kenaikan cukai hasil tembakau untuk tahun 2021. Rata-rata kenaikan cukai rokok sebesar 12,5 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa kebijakan tersebut efektif berlaku pada 1 Februari 2021. Ini akan memberikan kesempatan pada Direktorat Jenderal Bea Cukai dan industri untuk melakukan persiapan mulai dari pencetakan cukai hingga penyesuaian tarif baru dalam dua bulan ke depan.

“Jajaran Bea Cukai akan membentuk satuan tugas untuk melayani terkait dengan penerbitan dan penetapan pita cukai dengan tarif baru ini,” katanya melalui konferensi virtual, Kamis (10/12/2020).

Sri menjelaskan bahwa peraturan menteri keuangan terkait hal tersebut juga sedang dalam proses harmonisasi dan akan segera diundangkan.

“Direktorat Jenderal Bea Cukai akan memastikan proses transisi dari kebijakan hasil tembakau baru ini dapat berjalan tanpa hambaan. Dan pada kesempatan ini tentu saya minta seluruh jajaran melakukan sosialisasi terkait berbagai aturan akibat kenaikan cukai hasil tembakau,” jelasnya.

Apabila dirinci dari kenaikannya, industri yang memproduksi sigaret putih mesin (SPM) golongan I naik 18,4 persen, sigaret putih mesin golongan II A 16,5 persen, sigaret putih mesin IIB 18,1 persen, sigaret kretek mesin (SKM) golongan I 16,9 persen, sigaret kretek mesin II A 13,8 persen, dan sigaret kretek mesin II B 15,4 persen.

“Sementara untuk industri rokok yang sangat padat karya yang buruhnya banyak, [yaitu] sigaret kretek tangan tarif cukainya tidak berubah atau dalam hal ini tidak dinaikan,” ucap Sri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani Cukai Rokok
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top