Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Bisa Tekan 48 Juta Ton Emisi CO2 dari 3 Proyek CCUS

Indonesia memiliki tiga proyek CCUS yang dimulai dari proyek percontohan lapangan Gundih yang dimulai sejak 2012.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 10 Desember 2020  |  19:14 WIB
Asap membubung dari cerobong-cerobong asap sebuah pabrik pemanas di Jilin, China - Reuters
Asap membubung dari cerobong-cerobong asap sebuah pabrik pemanas di Jilin, China - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia memiliki potensi pengurangan emisi karbon dioksida melalui tiga proyek carbon capture, utilization, and storage (CCUS) hingga 48 juta ton.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menjelaskan bahwa berdasarkan studi yang dilakukan, proyek Gundih bakal mengurangi 3 juta ton karbon dioksida (CO2) dalam 10 tahun, proyek Sukowati akan mengurangi emisi CO2 sebesar 15 juta ton dalam kurun waktu 25 tahun, dan proyek Tangguh sebesar 30 juta ton CO2 dalam 10 tahun.

"Kami sedang mencoba stored dari tiga lapangan dengan potensi 48 juta ton CO2," katanya dalam webinar yang digelar pada Kamis (10/12/2020).

Tutuka memaparkan bahwa Indonesia memiliki tiga proyek CCUS yang dimulai dari proyek percontohan lapangan Gundih yang dimulai sejak 2012. Pada 2019, proyek CCUS Gundih telah memasuki fase studi kelayakan (feasibility study/FS).

Sementara itu, proyek CCUS Indonesia adalah lapangan Sukowati yang bakal mengubah CO2 untuk kebutuhan enhanced oil recovery (EOR).

Untuk masa percontohan CO2 injection, lapangan Sukowati akan mengalirkan CO2 sebesar 250 ton CO2 per hari selama satu tahun untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 400 barel minyak per hari.

Pada skala penuh, proyek itu akan mengalirkan CO2 sebesar 4.000 ton per hari selama 25 tahun dengan potensi penambahan produksi dari EOR sebesar 10.000 barel per hari.

Proyek ketiga adalah lapangan CCUS Tangguh memiliki emisi CO2 sebesar 5 juta ton dan bakal meningkat menjadi 8 juta ton CO2 pada saat Tangguh Train 3 beroperasi.

Studi internal BP menunjukkan potensi dari CO2 lapangan Tangguh bisa mencapai 30 juta ton hingga 2035.

"Pemanfaatan CCUS sejalan dengan kebutuhan EOR yang sangat penting untuk peningkatan produksi migas dan pemerintah telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca," kata Tutuka.

Sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif menegaskan peran penting pengembangan CCUS untuk mengurangi emisi CO2.

Indonesia memiliki banyak sumber CO2 industri, seperti pembangkit listrik tenaga batu bara, pengolahan gas alam, kilang minyak, dan berbagai pabrik kimia.

"Saat ini CCUS menjadi bahasan penting di tingkat global untuk mengurangi emisi CO2 dan menggunakannya kembali untuk meningkatkan oil recovery di ladang minyak yang sudah habis," ujar Arifin.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emisi karbon karbon dioksida
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top