Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Pasok Bahan Baku Apple, Ada 2 Emiten

Siapa sangka, produk mineral Indonesia juga digunakan oleh raksasa teknologi AS, Apple Inc. Kendati bukan sebagai supplier pembuatan perangkat keras yang digunakan oleh Apple, melainkan masuk dalam rantai pasok bahan baku mineral
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 10 Desember 2020  |  15:38 WIB
Logo Apple Inc. di salah satu tokonya di AS -  Bloomberg
Logo Apple Inc. di salah satu tokonya di AS - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Dengan banyaknya gunung api, tak dapat dipungkiri Indonesia memiliki sumber daya mineral yang beraneka ragam. Namun, siapa sangka, produk mineral Indonesia juga digunakan oleh raksasa teknologi AS, Apple Inc.

 

Kendati bukan sebagai supplier pembuatan perangkat keras yang digunakan oleh Apple, melainkan masuk dalam rantai pasok bahan baku mineral yang digunakan pabrikan yang bermarkas di Cupertino, AS itu.

 

Dalam laporan daftar smelter dan refiner (Smelter and Refiner List), tampak sejumlah perusahaan asal Indonesia memasok sejumlah produk mineral untuk kebutuhan Apple, termasuk dua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

 

Sayangnya, saat berita ini dibuat, belum ada daftar terbaru tahun 2020, karena belum tutup buku. Maka, mari kita tengok pada daftar sepanjang 2019 yang diterbitkan pada Februari 2020.

 

Daftar smelter dan refiner itu mencakup berbagai produk mineral seperti, kobalt, timah, tantalum, tungsten, dan emas. Dari produk-produk itu, perusahaan asal Indonesia hanya memasok dua mineral yakni emas dan timah.

 

Untuk produk emas, PT Antam Tbk. menjadi satu-satunya perusahaan asal Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut. Sementara, untuk produk Timah, ada berbagai perusahaan yang tergabung dalam rantai pasok Apple.

 

Dari 77 perusahaan penghasil timah yang masuk dalam daftar tersebut, sebanyak 37 perusahaan berasal dari Indonesia. PT Timah Tbk., bahkan memasok via dua asset mereka di Kundur dan Mentok.

 

Lalu, apa saja perusahaan timah lainnya asal Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut? Untuk perusahaan berbadan hukum CV, tercatat terdapat lima perusahaan, yakni CV Ayi Jaya, CV Dua Sekawan, CV Gita Pesona, CV United Smelting dan CV Venus Perkasa.

 

Sementara, untuk perusahaan berbadan hukum PT (di luar PT Timah Tbk.), terdapat 30 perusahaan, yakni PT Aries Kencana Sejahtera, PT Artha Cipta Langgeng, PT ATD Makmur Mandiri Jaya, PT Babel Inti Perkasa, PT Babel Surya Alam Lestari, PT Bangka Prima Tin, PT Bangka Serumpun, PT Bangka Tin Industry, dan PT Belitung Industri Sejahtera.

 

Selain itu, juga ada PT Bukit Timah, PT DS Jaya Abadi, PT Inti Stania Prima, PT Karimun Mining, PT Kijang Jaya Mandiri, PT Lautan Harmonis Sejahtera, PT Menara Cipta Mulia, PT Mitra Stania Prima, PT Panca Mega Persada, PT Premium Tin Indonesia, PT Prima Timah Utama, PT Rajawali Rimba Perkasa, PT Rajehan Ariq, PT Refined Bangka Tin, PT Sariwiguna Binasentosa, PT Stanindo Inti Perkasa, PT Sukses Inti Makmur, PT Sumber Jaya Indah, PT Tinindo Inter Nusa, PT Tirus Putra Mandiri dan PT Tommy Utama.

 

Laporan yang ditujukan ke US Securities and Exchange Commision itu memuat daftar 267 pabrik smelter dan refiner yang teridentifikasi masuk dalam rantai pasok Apple untuk semua produk Apple yang diproduksi sepanjang tahun buku 2019. 

 

Mereka telah berpartisipasi dalam audit mineral konflik pihak ketiga independent (Pihak Ketiga Audit) untuk program 3TG, yakni program untuk mendapatkan produk timah, tantalum, tungsten, emas dan mineral lainnya yang lebih bertanggung jawab.

 

Pabrik smelter dan refiner itu, menyediakan bakan untuk produk iPhone, iPad, Mac, iPod touch, Apple TV, Apple Watch, AirPods, HomepodTM, Beats, Apple CardTM, dan semua aksesori Apple.

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas apple mineral timah
Editor : Lukas Hendra TM
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top