Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penghiliran Karet, Baristand Tawarkan Sederet Teknologi Produksi

Industri pengolahan karet didorong semakin produktif, berdaya saing, dan mampu mendiversifikasi produk melalui program penghiliran. Hal ini didukung potensi Indonesia yang menjadi produsen karet alam terbesar kedua di dunia.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 09 Desember 2020  |  16:08 WIB
Petani mengumpulkan getah karet hasil panen di perkebunan Bathin II Babeko, Bungo, Jambi, Sabtu (30/3/2019). Harga jual getah karet di tingkat petani setempat berangsur naik dari Rp8.000 per kilogram pada minggu lalu menjadi Rp8.200 per kilogram per hari ini. ANTARA FOTO - Wahdi Septiawan
Petani mengumpulkan getah karet hasil panen di perkebunan Bathin II Babeko, Bungo, Jambi, Sabtu (30/3/2019). Harga jual getah karet di tingkat petani setempat berangsur naik dari Rp8.000 per kilogram pada minggu lalu menjadi Rp8.200 per kilogram per hari ini. ANTARA FOTO - Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA — Industri pengolahan karet didorong semakin produktif, berdaya saing, dan mampu mendiversifikasi produk melalui program penghiliran. Hal ini didukung potensi Indonesia yang menjadi produsen karet alam terbesar kedua di dunia.

Syamdian, Kepala Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Palembang, mengatakan dorongan penghiliran diimplementasikan dengan program penelitian, pengembangan inovasi, konsultasi, penjaminan kualitas produk, dan pelatihan transfer teknologi industri khususnya Jambi dan provinsi penghasil karet lainnya.

Kolaborasi di antara stakeholder memegang peran penting dalam pembentukan ekosistem industri karet alam. Selain itu dapat mendukung perumusan langkah strategis penghiliran industri barang jadi karet serta usulan rencana aksi untuk mengembangkan perkomoditi dan potensi lainnya.

“Baristand Industri Palembang memiliki teknologi yang siap untuk dimanfaatkan oleh calon wirausaha, contohnya ban pejal kursi roda, rubber tips untuk tongkat pasien, shock dumper, selang gas LPG, bantalan conveyor, karet otomotif, karpet, tegel, alas kaki dan paving block karet,” katanya melalui siaran pers, Rabu (9/12/2020).

Baristand Industri Palembang juga sedang mengembangkan teknologi pengolahan lateks menjadi karet keperluan medical device. Pada akhirnya hasil litbang prototipe barang karet sudah techno-proven dan economically feasible untuk diadopsi ke tenant.

Bahkan, Baristand juga siap menjadi Techno-Incubator dan Quality Assurance bagi pelaku industri di dalam negeri.

Upaya yang diinisiasi oleh Baristand Industri Palembang untuk mengembangkan industri hilirisasi karet alam, mendapat banyak dukungan dari stakeholder di Jambi. Contohnya adalah Pemerintah Daerah Provinsi Jambi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi.

Plt. Kepala Disperindag Provinsi Jambi, Rosnifa menilai perlu perencanaan strategi 2021 bagi pembinaan wirausaha industri melalui pembukaan akses pasar, pelatihan manajemen produksi dan kualitas produk, pemberian bantuan peralatan, serta membuka akses modal ke perbankan dan CSR perusahaan sekitar.

Dari perusahaan pertambangan nasional, PT Bukit Asam (Persero) menyatakan bahwa produk hilir berbasis karet sangat dibutuhkan oleh industri pertambangan dalam proses produksinya.

Saat ini, perseroan mencatat kebutuhan rata-rata per tahun untuk produk berbasis karet dapat mencapai 13.000 m yang digunakan pada jalur conveyor dan unit mesin.

Senior Manager PT Bukit Asam (Persero) Bambang Sigit Sumartono mengatakan untuk kebutuhan rubber wave yang digunakan sebagai return idler sebanyak 1285 ea pada jalur conveyor sebagai tumpuan belt. Laging pulley 90 set digunakan sebagai media penggerak dan tumpuan belt conveyor.

Kebutuhan rata-rata side rubber yang digunakan pada chute jalur conveyor untuk mencegah material jatuh lewat sisi samping chute per tahun mencapai 65 roll. “Sedangkan kebutuhan rubber H yang digunakan sebagai insert flexible coupling belt drive adalah sebanyak 600 ea per tahun dan ban alat berat sebanyak 539 ea per tahun," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi industri karet
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top