Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kontainer Langka Bikin Produksi Elektronik Terhambat

Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) menyatakan kelangkaan kontainer di pasar membuat proses produksi terhambat. Adapun, kelangkaan yang berkelanjutan dapat berdampak pada kenaikan harga jual ke konsumen.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 08 Desember 2020  |  15:06 WIB
Produk elektronik. Tren rata-rata utilisasi pabrikan elektronika terus membaik sejak awal semester II/2020.   - foto reuters
Produk elektronik. Tren rata-rata utilisasi pabrikan elektronika terus membaik sejak awal semester II/2020. - foto reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) menyatakan kelangkaan kontainer di pasar membuat proses produksi terhambat. Adapun, kelangkaan yang berkelanjutan dapat berdampak pada kenaikan harga jual ke konsumen.

Sekretaris Jenderal Gabel Daniel Suhardiman mengatakan harga produk elektronik ke konsumen dapat meningkat pada Januari 2021 jika kondisi kelangkaan terus terjadi. Pasalnya, 60-70 persen pasokan komponen produk elektronika masih bergantung pada impor.

"Masalah [kelangkaan kontainer] ini berat karena [semua aktivitas ekspor-impor elektronika] dijadwal ulang semua dan harga [logistik] sudah sampai tiga kali lipat. Dalam waktu dekat belum tahu [ada kenaikan harga jual] atau tidak, tapi kalau terus-terusan begini baru ada dampak," katanya kepada Bisnis, Selasa (8/12/2020).

Daniel menyatakan kebanyakan pabrikan harus mengeluarkan biaya lebih dalam mengirim produk jadi atau mendapatkan bahan baku. Pasalnya, ruang negosiasi menjadi terbatas karena fenomena kelangkaan kontainer terjadi di seluruh dunia.

Daniel mencatat keterlambatan pengiriman produk ekspor dapat mencapai 2 pekan sejauh ini. Namun, mayoritas pabrikan dapat melakukan renegosiasi dengan buyer masing-masing lantaran kondisi saat ini merupakan force majeure atau kondisi luar biasa.

"[Sampai saat] ini masih bisa kami antisipasi dengan penjadwalan ulang, [baik untuk kebutuhan] produksi maupun ekspor. Sejauh ini masih bisa diatasi," ucapnya.

Daniel sebelumnya menilai utilisasi industri elektronika akan terus membaik pada kuartal IV/2020. Namun, pelaku industri menilai momentum pada 3 bulan terakhir 2020 belum akan mengembalikan kondisi industri elektronika ke posisi prapandemi.

Tren rata-rata utilisasi pabrikan elektronika terus membaik sejak awal semester II/2020. Gabel mendata rata-rata utilisasi industri elektronika di kisaran 60-70 persen pada akhir kuartal III/2020 dari posisi awal pandemi di kisaran 30-40 persen.

"Ini [rata-rata utilisasi pabrikan] mulai naik terus. Kami berharap minimal di semester II/2021 pasar sudah kembali normal. Tapi, yang penting sekarang trennya positif," ujar Sekretaris Jenderal Gabel Daniel Suhardiman kepada Bisnis, Selasa (27/10/2020).

Namun, masih ada kekhawatiran di pelaku industri nasional. Pasalnya, ada kekhawatiran munculnya gelombang penyebaran Covid-19 kedua pada musim dingin 2020-2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kontainer Industri Elektronik
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top