Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenperin Fasilitasi Sinergi United Bike dengan IKM Alat Angkut

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan rantai pasok yang terintegrasi sehingga mendongkrak daya saing produk nasional.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  18:40 WIB
Viar Panama.  - Viar
Viar Panama. - Viar

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian terus memfasilitasi kerja sama antara pelaku industri skala besar dengan sektor industri kecil menengah (IKM).

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan rantai pasok yang terintegrasi sehingga mendongkrak daya saing produk nasional.

“Salah satunya yang kami inisiasi adalah kemitraan antara PT. Terang Dunia Internusa [United Bike] dengan IKM alat angkut,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih melalui siaran pers, Kamis (3/12/2020).

Gati menjelaskan Kemenperin mendorong pelaku IKM alat angkut untuk merebut peluang dalam upaya memenuhi kebutuhan komponen sepeda maupun aksesorisnya. Hal ini sekaligus menjalankan target pemerintah guna mengakselerasi program substitusi impor di sektor industri.

Kegiatan ini, lanjut Gati, merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan Menteri Perindustrian ke pabrik United Bike beberapa waktu lalu. Di samping itu, Kemenperin ingin lebih menggenjot produktivitas industri dalam negeri, termasuk sektor IKM, utamanya yang terkena dampak pandemi Covid-19.

“Tahun ini, kita menyaksikan lonjakan minat masyarakat Indonesia yang membawa kebaikan terhadap pertumbuhan industri sepeda dalam negeri,” ujarnya.

Namun, pemenuhan kebutuhan komponen sepeda dan aksesorisnya dari rantai pasok global merupakan tantangan yang harus dihadapi industri sepeda di tanah air dalam mengoptimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Selama ini, industri sepeda memerlukan akses informasi mengenai keberadaan dan kemampuan industri komponen dalam negeri guna mencari pemasok yang tepat. Padahal, saat ini terdapat 350 pelaku IKM alat angkut yang tersebar di sentra-sentra produksi yang telah menjadi pemasok bagi industri otomotif nasional sebagai tier 2 dan tier 3.

“Sehingga dapat dikatakan bahwa IKM alat angkut telah mampu untuk menyuplai komponen yang memenuhi standar kualitas industri secara konsisten, sehingga memiliki potensi untuk dapat berperan di dalam rantai pasok industri sepeda nasional,” paparnya.

Oleh karena itu, diperlukan langkah cepat untuk menjembatani pertemuan kebutuhan industri sepeda dengan kemampuan IKM dalam mendukung industri sepeda dalam negeri. Wujud implementasi tersebut ditunjukkan dengan fasilitasi Kemenperin terhadap penandatanganan MOU dan MOA antara PT Terang Dunia Internusa dengan PT Laksana Tekhnik Makmur.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal dalam terciptanya sinergi antar pelaku industri lokal yang saling menopang, serta sebagai pemicu untuk industri kecil dan menengah yang potensial lainnya dalam mengambil langkah yang sama.

Gati menyampaikan apresiasinya kepada PT Terang Dunia Internusa atas komitmennya dalam mendukung pemenuhan komponen dan aksesoris sepeda oleh industri dalam negeri khususnya dari sektor IKM.

“Kami berharap momen ini dapat menjadi langkah awal dalam penguatan peran IKM dalam industri sepeda sehingga akan lebih banyak lagi upaya kemitraan yang memiliki teknologi maju dengan akses besar, mampu mentransfer kemampuan dan membuka pintu pasar bagi IKM,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ikm kemenperin Industri Sepeda
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top