Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasangan Muda Disarankan Beli Rumah Kuartal IV Tahun Ini

Dalam kondisi masih pandemi Covid-19, kalangan milenial temasuk pasangan muda disarankan segera mereaiisasikan pembelian rumah pada kuartal IV tahun ini.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 30 November 2020  |  17:58 WIB
Ilustrasi pembangunan perumahan - Istimewa
Ilustrasi pembangunan perumahan - Istimewa

Bisnis.com. JAKARTA – Rumah.com menyarankan agar pasangan muda untuk membeli rumah pada kuartal IV tahun ini.

Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan menjelang akhir 2020, para pemangku kepentingan industri properti baik pengembang maupun perbankan optimis proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 berada di kisaran 4,5 hingga 5,5 persen.

Selain itu, perkiraan vaksin Covid-19 mulai bisa digunakan di Indonesia pada awal tahun depan menyebabkan ekonomi dan bisnis akan bergerak ke arah yang lebih positif.

Menurutnya, optimisme pelaku industri properti ini juga sejalan dengan meningkatnya indeks properti menurut Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) secara kuartalan yang dapat dilihat sebagai bentuk kegigihan para pelaku industri properti untuk menjaga agar roda industri tetap berjalan serta kebijakan yang tepat dari pemerintah.

"Pulihnya optimisme pelaku industri properti ini juga terlihat dari sisi penyedia suplai," ujarnya dalam siaran pers ada Senin (30/11/2020).

Berdasarkan data Rumah.com Indonesia Properti Market Indeks – Suplai (RIPMI-S) kuartal III/2020, indeks suplai properti di Indonesia berada di angka 144,7. Angka ini meningkat hingga 10 persen dari kuartal sebelumnya dan 25 persen secara tahunan.

RIPMI-S menunjukkan tren positif dengan peningkatan yang terjadi dalam dua kuartal terakhir.

Menurut Marine, data RIPMI memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

Dia menuturkan berdasarkan data RIPMI, tahun ini suplai properti menunjukkan penurunan pada kuartal I, tetapi secara berturut-turut menunjukkan kenaikan pada kuartal II dan III.

Peningkatan tertinggi terlihat pada kuartal III tahun ini, sekaligus yang tertinggi selama 3 tahun terakhir.

Marine menerangkan suplai properti residensial terbesar berdasarkan data Rumah.com datang dari DKI Jakarta, yakni sebesar 32 persen dari total suplai nasional.

Sementara itu, Jawa Barat menyumbang suplai 28 persen, diikuti Banten 17 persen, dan Jawa Timur 14 persen. RIPMI-S untuk Banten berada pada angka 144,5 pada kuartal III tahun ini, naik 11 persen (qtq).

Sementara itu, RIPMI-S DKI Jakarta berada pada angka 140,1 dengan kenaikan 5,2 persen (qtq). Peningkatan suplai terbesar terjadi di Jawa Barat yakni 12,2 persen (qtq). "RIPMI-S Jawa Barat berada pada angka 140,9," ujarnya.

Dia menilai adanya peningkatan secara drastis indeks suplai properti tersebut memberikan keuntungan bagi konsumen dengan kuartal ini masih tetap menjadi buyer’s market sehingga bagi sebagian konsumen membeli rumah di situasi seperti ini mungkin bukan keputusan yang ideal, tetapi bagi mereka yang memang benar-benar sudah siap secara finansial, keputusan sebaiknya diambil sekarang juga.

Keputusan membeli properti pada saat buyer's market seperti ini sangat tepat diambil khususnya bagi pasangan muda, apalagi bagi mereka yang baru menikah pada masa pandemi, sehingga penghematan biaya resepsi pernikahan bisa digunakan untuk membeli rumah.

"Pernikahan sebagai awal kehidupan baru bagi sebagian orang memang menjadi alasan untuk keluar dari rumah orang tua dan mulai tinggal mandiri di rumah sendiri," tutur Marine.

Fakta ini juga sejalan dengan hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2020, yakni sekitar 63 persen responden menyatakan bahwa belum menikah menjadi salah satu alasan untuk belum keluar dari rumah orang tua. Angka ini naik dari level 46 persen responden yang dinyatakan pada semester sebelumnya.

Rumah.com Consumer Sentiment Study ini adalah survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh Rumah.com bekerja sama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura.

Hasil survei kali ini diperoleh berdasarkan 1.007 responden dari seluruh Indonesia yang dilakukan pada Januari hingga Juni 2020. Survei ini dilakukan oleh Rumah.com untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti.

Dalam survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2020, 52 persen pasangan muda atau generasi muda yang berada pada rentang usia 22-29 tahun menyatakan harus menunda transaksi properti di masa pandemi seperti sekarang ini. Padahal, kelompok usia tersebut saat ini memiliki intensi yang lebih tinggi untuk memiliki rumah. Hal ini seperti dinyatakan oleh 44 persen responden survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2020.

"Bagi pasangan muda yang sedang mencari hunian incaran bisa mempertimbangkan beberapa area yang dianggap prospektif dengan pilihan yang banyak dari sisi suplai dan harga yang belum naik terlalu tinggi seperti area Kota Tangerang yang saat ini harga propertinya masih berada pada kisaran Rp12,5 juta per m2, sedangkan harga rumah di wilayah tetangganya yaitu Jakarta Barat telah mencapai Rp23,8 juta per m2 atau hampir dua kali lipat," kata Marine.

Sementara itu, indeks suplai properti Kota Tangerang Selatan berdasarkan RIPMI-S berada pada angka 141,1 dengan kenaikan 11,9 persen (qtq), sedangkan Kabupaten Tangerang dengan indeks 202,7, naik 10,7 persen (qtq).

Menurut Marine, kenaikan suplai properti di wilayah satelit DKI Jakarta ini menjadi indikasi bahwa pengembang memfokuskan pembangunan hunian untuk kelas menengah dan menengah atas di kawasan-kawasan alternatif dengan harga yang lebih terjangkau.

“Harga properti di Kabupaten Tangerang saat ini berada di kisaran Rp7,6 juta per m2, sementara Bekasi Rp9 juta per m2. Harga ini tentu jauh lebih rendah jika dibandingkan harga properti di DKI Jakarta yang minimal berada di kisaran Rp22 juta per m2. Sama seperti Kota Tangerang, kawasan ini juga mengalami pembangunan infrastruktur transportasi yang pesat sehingga aksesnya lebih mudah,” ucapnya.

Kecamatan Tangerang dan Kecamatan Cipondoh menjadi dua area yang paling prospektif di Kota Tangerang pada kuartal III tahun ini. Tangerang dan Cipondoh menawarkan peluang terbaik bagi konsumen. Berdasarkan analisis Rumah.com, kedua area ini memiliki fasilitas umum yang lengkap dan beragam pilihan akses transportasi umum dan pribadi.

Dia kembali menekankan bahwa pandemi yang memaksa pasangan muda menggelar pernikahannya lebih sederhana sebetulnya merupakan kesempatan baik bagi mereka untuk mengalihkan dananya untuk membeli rumah.

Apalagi di tengah kenaikan indeks suplai properti yang menandakan banyaknya pilihan dan kondisi buyer’s market. Bagi pasangan muda maupun mereka yang menikah pada 2020, saat ini kesempatan terbaik untuk membeli rumah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top