Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menhub: Proyek 13 Kota Baru Bisa Dukung SDM Pelabuhan Patimban

Menhub Budi Karya menilai pembangunan 13 kota baru bisa menjadi penunjang peran Pelabuhan Patimban dan menjadi solusi pemenuhan SDM yang berkualitas.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 29 November 2020  |  04:15 WIB
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pelabuhan Patimban akan menjadi pusat pertumbuhan kota metropolitan baru dalam pengembangan segitiga emas Rebana, serta diharapkan dapat menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru yang terdiri dari pekerjaan dalam kawasan industri dan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pelabuhan Patimban akan menjadi pusat pertumbuhan kota metropolitan baru dalam pengembangan segitiga emas Rebana, serta diharapkan dapat menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru yang terdiri dari pekerjaan dalam kawasan industri dan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang melakukan pembangunan 13 kota baru untuk menunjang peran dari Pelabuhan Patimban.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresasi pembangunan 13 kota baru di kawasan Cirebon, Patimban dan Majalengka (Rebana) Metropolitan serta rencana pembangunan sekolah Politeknik Kemaritiman atau Maritime School yang berlokasi berdekatan dengan kolam utama dari Pelabuhan Patimban.

“Pengembangan Pelabuhan Patimban tentunya membutuhkan SDM yang kompeten dan siap bersaing secara global. Adanya sekolah ini diharapkan meningkatkan kemampuan SDM, khususnya di sekitar kawasan, guna mendukung kebutuhan Pelabuhan Patimban,” kata Menhub Budi dalam siaran pers yang dikutip, Sabtu (28/11/2020).

Untuk turut mendukung kebutuhan SDM pelayaran, Kemenhub melalui BPSDM Perhubungan memiliki 12 sekolah maritim yang tersebar di Indonesia dan mampu memproduksi sekitar 3000 perwira jurusan pelaut dan perwira jurusan kepelabuhanan setiap tahun.

Sementara, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) berharap rencana pembangunan kota metropolitan di wilayah sekitar jangan sampai mengganggu aktivitas logistik dari dan ke Pelabuhan Patimban.

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki N. Hanafi mengatakan Pelabuhan Patimban secara hinterland bukan hanya melayani Jawa Barat, tetapi sebagian Jawa Tengah dengan hadirnya industrial estate yang baru saja ditetapkan oleh pemerintah di daerah Batang.

"Oleh sebab itu, penetapan lokasinya [penlok] sebagai wilayah metropolitas menjadi sangat penting, jangan seperti di Priok, kita agak repot kini untuk membenahinya," kata Yukki.

Menurutnya, apabila sudah ada akses tol langsungnya dari dan ke Patimban maka jarak tempuhnya lebih singkat. Efisiensi bukan hanya dari sisi logistik itu sendiri, tetapi juga terhadap penggunaan bahan bakar minyak solar angkutan/truk logistiknya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan Kemenhub pelabuhan patimban
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top