Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anggota MPR Ini Ragu UMKM Bisa Bangkit di Masa Pandemi Covid-19

Kondisi pandemi Covid-19 telah membuat pemasaran produk sektor UMKM sulit berkembang karena dunia digital masih dikuasai perusahaan besar.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 27 November 2020  |  18:20 WIB
Seorang pria duduk di deretan warung kaki lima yang tutup menyusul sepinya pengunjung akibat pandemi COVID-19 di Jakarta, Kamis (2/4/2020). Minimnya aktivitas perkantoran di Jakarta akibat pandemi COVID-19 membuat sejumlah pedagang warung kaki lima memilih untuk menutup dagangannya dan mudik ke kampung halaman. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Seorang pria duduk di deretan warung kaki lima yang tutup menyusul sepinya pengunjung akibat pandemi COVID-19 di Jakarta, Kamis (2/4/2020). Minimnya aktivitas perkantoran di Jakarta akibat pandemi COVID-19 membuat sejumlah pedagang warung kaki lima memilih untuk menutup dagangannya dan mudik ke kampung halaman. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Badan Sosialisasi MPR dari Fraksi Partai Demokrat (F-PD), Herman Khaeron mengatakan, perekonomian Indonesia terutama yang digerakkan sektor Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM) sulit bangkit jika pandemi Covid-19 belum dapat ditangani.

Menurutnya, pada awalnya UMKM menjadi harapan penggerak ekonomi di masa pandemi sebagaimana juga terjadi ketika saat krisis moneter pada tahun 1998.

Akan tetapi, kondisi pandemi Covid-19 telah membuat pemasaran produk sektor usaha tersebut sulit berkembang karena dunia digital masih dikuasai perusahaan besar. Belum lagi pasar UMKM yang mulai jenuh terutama di sekto kuliner. Padahal, lebih dr 90 persen ekonomi digerakkan oleh UMKM.

“UMKM mulai bersaing di pasar yang sama sehingga masih sulit untuk bergerak maju kendati telah mendapatkan suntikan modal,” katanya dalam diskusi Empat Pilar bertajuk Optimalisasi Pasar Online Bagi Pelaku UMKM di Kompleks Parlemen, Jumat (27/11/2020).

Dia mencontohkan UMKM yang bergerak di bidang kuliner yang ternyata sult untuk maju karena daya beli tidak naik dan pemainnya sudah terlalu banyak.

“Padahal, UMKM seharusnya menjadi jangkar untuk perbaikan ekonomi Indonesia,” ungkapnya.

Hadir selain Herman Khaeron, juga Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM), Eddy Satriya dan pelaku UMKM Bidang Pariwisata, Efthairena.

Lebih jauh, Herman menuturkan langkah utama untuk memperbaiki perekonomian Indonesia adalah dengan menghilangkan sumber masalah utama saat ini yakni pandemi Covid-19.

“Dalam pemikiran saya, kalau masalah ekonomi ini asap dan Covid-19 itu apinya. Jadi sebelum apinya padam, ya asap masih akan terus ada. Jadi kalau Covid-19 belum hilang, semua upaya yang kita lakukan dalam penangan masalah ekonomi akan sulit dilakukan,” kata Herman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm mpr Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top