Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonom Ingatkan Pemerintah Jangan Hanya Bikin Banyak Roadmap

Ekonom Indef Aviliani menilai reformasi pengembangan kebijakan industri riil sebaiknya tidak lagi melihat dari sisi supply side melainkan demand side. Untuk itu, pemerintah sebaiknya tidak hanya membuat banyak roadmap tetapi mulai mengubah pola pikir.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 26 November 2020  |  19:00 WIB
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani. Bisnis/Arief Hermawan P
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani. Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom Indef Aviliani menilai reformasi pengembangan kebijakan industri riil saat ini sebaiknya tidak lagi melihat dari sisi pasok melainkan sisi permintaan. Untuk itu, pemerintah sebaiknya tidak hanya membuat banyak roadmap tetapi mulai mengubah pola pikir.

"Ada roadmap itu bagus tapi sesuai pasar tidak? Jadi coba mindset-nya diubah sekarang kita melihat dulu market-nya. Jangan lupa saat ini terjadi peningkatan 140 juta kelas menengah. Artinya peningkatan domestik akan melebar dari sini saja," katanya dalam webinar Simposium Towards Responsible Supply Chain, Kamis (26/11/2020).

Aviliani menilai dengan mengetahui potensi pasar tersebut, pemerintah juga bisa melihat tren generasi tersebut dalam membelanjakan uangnya, seperti di industri tekstil saat ini umumnya milenial senang dengan barang yang murah agar lebih sering membelinya.

Dengan mengetahui karekteristik pasar tersebut, pengusaha dan pembuat regulasi bisa menyusun kebijakan yang sesuai. Untuk itu, setiap kebijakan bahkan subtitusi impor pun bisa terlihat jelas apakah sudah sesuai dengan kesiapan industri.

"Jangan sampai mengejar target subtitusi tetapi tidak sesui data riil yang ada malah membuat pabrikan tidak bisa produksi. Jadi setiap kebijakan juga penting untuk dibicarakan dengan pengusaha," ujarnya.

Sisi lain, persoalan industri TPT saat ini utamanya seperti industri yang lain yakni pengembangan hulu yang kurang diminati karena margin rendah. Belum lagi modernisasi teknologi pabrikan, yang mana saat ini masih banyak menggunakan mesin tua sejak 20 tahunan lalu.

Untuk itu, sangat dibutuhkan adanya insentif pengembagan industri hulu di Indonesia saat ini. "Kenapa pemerintah tidak membantu industri membangun 5-6 pabrikan seperti Chandra Asri supaya kebijakan itu lebih implementatif dan terukur."


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri aviliani
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top