Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Promosi Destinasi Pariwisata Digalakkan, Ini Kata Kemenparekraf

Promosi yang dikemas secara virtual lebih efisien dan efektif dibandingkan dengan metode luring, baik dari segi biaya maupun kapasitas.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 26 November 2020  |  19:18 WIB
Seniman menghibur wisatawan di atas kapal Sea Safari Cruise 9 yang berlayar di perairan Benoa, Bali. - Antara/Fikri Yusuf
Seniman menghibur wisatawan di atas kapal Sea Safari Cruise 9 yang berlayar di perairan Benoa, Bali. - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah mendukung upaya promosi destinasi wisata secara virtual sebagai terobosan penting bagi industri pariwisata Tanah Air.

Program yang baru di dalam tahap uji coba tersebut dinilai sebagai senjata utama dalam mempromosikan pariwisata dalam negeri selama masa pandemi Covid-19.

Menurut Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Hari Santosa Sungkari, program tersebut diperkirakan mampu menghidupkan destinasi-destinasi wisata baru di Indonesia.

"Akan banyak destinasi-destinasi wisata baru yang dapat dipromosikan oleh program tersebut. Dengan promosi secara daring, destinasi-destinasi baru bisa dikemas dengan cara yang sesuai dengan perkembangan zaman," ujar Hari kepada Bisnis.com, Kamis (26/11/2020).

Dia menambahkan promosi yang dikemas secara virtual lebih efisien dan efektif dibandingkan dengan metode luring. Pasalnya, baik dari segi biaya maupun kapasitas untuk mempromosikan, promosi secara virtual dinilai cukup vital.

Dengan promosi virtual, promosi wisata bisa menggunakan format yang menarik, seperti story telling dengan bobot informasi yang lebih lengkap serta dapat diperbaharui.

Kendati demikian, promosi destinasi wisata secara virtual disebut tidak akan menggantikan metode luring. Jasa promotor pariwisata yang bergerak secara offline dinilai tetap diperlukan sebagai bagian dari hukum alam di industri tersebut.

"Promosi virtual diyakini bakal terus dimanfaatkan ketika situasi normal karena da keuntungan yang diperolah. Namun, keduanya bakal dikombinasikan, karena promosi virtual pada dasarnya tidak bisa menggantikan offline," lanjutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata promosi wisata Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top