Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dibayangi Covid-19, Inilah Tren Pariwisata Tahun Depan

Peningkatan animo masyarakat untuk berlibur sudah terlihat pada akhir tahun hingga awal 2021 dengan tujuan wisata domestik.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 25 November 2020  |  17:48 WIB
Ilustrasi - Polisi memeriksa kondisi kesehatan para wisatawan asing dan domestik yang datang dari Pelabuhan Padang Bai, Bali, tiba di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB.  - ANTARA
Ilustrasi - Polisi memeriksa kondisi kesehatan para wisatawan asing dan domestik yang datang dari Pelabuhan Padang Bai, Bali, tiba di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Wisata domestik dan wisata alam diprediksi akan populer pada 2021 karena masyarakat cenderung menghindari berwisata ke luar negeri selama pandemi Covid-19.

Direktur Kajian Strategis Kemenparekraf mengatakan masyarakat akan memilih wisata domestik dan wisata alam sebagai tujuan destinasi wisatanya pada tahun depan.

"Tren wisata di masa Covid-19 yang dapat dikatakan masih berlangsung pada 2021, yang pertama adalah masyarakat masih memilih tujuan wisata domestik. Kemudian juga kita lihat wisata alam menjadi populer," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (25/11/2020).

Wawan menjelaskan Kemenparekraf akan memberikan fokus lebih untuk untuk membenahi destinasi wisata domestik, khususnya wisata alam. Kedua sektor ini akan menjadi primadona pasca pandemi Covid-19.

Menurutnya, Kemenparekraf akan membenahi destinasi-destinasi wisata alam yang akan menjadi primadona pascapandemi Covid-19. Kemenparekraf ke depan akan terus mencari cara baru agar pariwisata nasional bisa menarik dan berkembang.

Dia menyebutkan pada masa pandemi Covid-19 prioritas wisatawan pun bergeser pada prioritas protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability). Aspek kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam pengambilan keputusan memilih destinasi wisata.

"Protokol kesehatan berbasis CHSE ini menjadi sebuah hal yang penting bagi pemerintah maupun masyarakat. Dan wisatawan akan selektif bagaimana memilih destinasi yang aman untuk mereka kunjungi," tambahnya.

Head of Strategic Partnership Traveloka Accommodation Louis Alfonso mengatakan pada masa pandemi Covid-19, wisatawan cenderung lebih mementingkan destinasi wisata dengan standar protokol kesehatan dibandingkan promo yang disediakan oleh para pelaku usaha parekraf.

"Masyarakat sangat mementingkan kebersihan dan kesehatan untuk berwisata di masa pandemi Covid-19, diskon nomor dua," katanya.

Louis menuturkan dari riwayat pencarian di Traveloka sudah terlihat adanya peningkatan animo masyarakat untuk berlibur pada akhir tahun hingga awal 2021.

“Pada Februari 2021 juga diproyeksikan terlihat ada peningkatan, dengan data seperti ini terlihat ada sinyal positif yang kita harapkan nanti bisa ada berita baik juga seiring vaksin yang sudah diproduksi secara massal, sehingga bisa membantu lebih lanjut mendorong kinerja pariwisata di Indonesia," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top