Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tren Wisata 2021, Destinasi Domestik dan Alam Jadi Favorit

Kemenparekraf akan memberikan fokus terhadap wisata domestik dan wisata alam yang diprediksi menjadi favorit wisatawan pada 2021.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 26 November 2020  |  10:43 WIB
Suasana pemandangan Gunung Bromo, Jawa Timur, Rabu (26/4/2017). - Bisnis/Abdullah Azzam
Suasana pemandangan Gunung Bromo, Jawa Timur, Rabu (26/4/2017). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memprediksi tren wisata domestik dan wisata alam akan populer pada 2021.

Direktur Kajian Strategis Kemenparekraf Wawan Rusiawan menjelaskan pada 2021 masyarakat masih akan cenderung memilih destinasi wisata domestik dibandingkan wisata luar negeri. Tak hanya itu, masyarakat pun akan cenderung memilih wisata alam untuk tujuan destinasi wisatanya.

"Tren wisata di masa Covid-19 yang dapat dikatakan masih berlangsung pada 2021, yang pertama adalah masyarakat masih memilih tujuan wisata domestik. Kemudian juga kita lihat wisata alam menjadi populer," kata Wawan dalam siaran pers yang dikutip, Kamis (26/11/2020).

Lebih lanjut, Wawan menjelaskan Kemenparekraf akan memberikan fokus dominan untuk membenahi destinasi wisata domestik khususnya wisata alam. Ini yang akan menjadi primadona pada 2021 hingga pascapandemi Covid-19.

Dia menuturkan Kemenparekraf akan memberikan fokus yang lebih dominan yang bisa membenahi destinasi-destinasi wisata alam, yang akan menjadi primadona pascapandemi Covid-19. Pihaknya bersama para pemangku kepentingan akan mencari cara-cara baru agar pariwisata di Indonesia bisa lebih menarik dan berkembang.

Di masa pandemi prioritas wisatawan pun bergeser pada prioritas protokol kesehatan Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability (CHSE) menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan memilih destinasi yang bakal dikunjungi wisatawan.

"Protokol kesehatan berbasis CHSE ini menjadi sebuah hal yang penting bagi pemerintah maupun masyarakat. Dan wisatawan akan selektif bagaimana memilih destinasi yang aman untuk mereka kunjungi," ujarnya.

Sementara, Head of Strategic Partnership Traveloka Accommodation Louis Alfonso mengatakan dalam riwayat pencarian di Traveloka, sudah terlihat adanya peningkatan animo masyarakat untuk berlibur pada akhir tahun hingga awal 2021.

“Pada Februari 2021 juga diproyeksikan terlihat ada peningkatan, dengan data seperti ini terlihat ada sinyal positif yang kita harapkan nanti bisa ada berita baik juga seiring vaksin yang sudah diproduksi secara massal, sehingga bisa membantu lebih lanjut mendorong kinerja pariwisata di Indonesia," ujar Louis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata kemenparekraf Traveloka
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top