Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

SMK SMTI Yogyakarta Bersiap Produksi Ventilator

Dengan memanfaatkan teaching factory yang sudah dimiliki, SMK SMTI Yogyakarta juga didorong untuk bisa memproduksi alat-alat kesehatan seperti ventilator.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 25 November 2020  |  21:25 WIB
Ventilator buatan Universitas Indonesia (UI) Covent-10. - Istimewa
Ventilator buatan Universitas Indonesia (UI) Covent-10. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian mendorong produksi ventilator yang akan dimanfaatkan sebagai alat bantu pernapasan untuk pasien Covid-19.

Langkah ini sejalan dengan tekad pemerintah terkait upaya penanganan virus Corona di Indonesia melalui penyediaan peralatan kesehatan buatan dalam negeri.

“Guna mencapai sasaran tersebut, perlu adanya kolaborasi di antara stakeholder, seperti pemerintah, pelaku industri dan akademisi,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Eko S.A Cahyanto Rabu (25/11/2020).

Eko menyampaikan pihaknya telah meninjau pelaksanaan pelatihan perakitan ventilator yang diselenggarakan PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri (YPTI) di SMK SMTI Yogyakarta.

Menurutnya, pelatihan yang berlangsung selama 18-27 November 2020 itu merupakan wujud nyata sinergi antara unit pendidikan vokasi milik Kemenperin dengan pelaku industri.

Dengan memanfaatkan teaching factory yang sudah dimiliki, SMK SMTI Yogyakarta juga didorong untuk bisa memproduksi alat-alat kesehatan seperti ventilator. Ini akan menjadi model bagi pendidikan vokasi di Indonesia.

Eko mengungkapkan SMK SMTI Yogyakarta menjadi satu-satunya sekolah vokasi di Indonesia yang dipercaya sebagai SIEMENS Certification Center di Indonesia. Sekolah tersebut juga diusulkan menjadi model untuk pembentukan German Indonesia Vocational Institute (GIVI).

“Pelatihan perakitan ventilator antara SMK SMTI Yogyakarta dengan PT YPTI ini bertujuan untuk memberikan pemahaman, pengalaman dan untuk menyiapkan peserta, yang merupakan para guru SMK SMTI Yogyakarta dengan dibantu oleh para siswa, agar dapat merakit ventilator skala industri yang memenuhi standar kesehatan,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, Eko, berharap program ini dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) kompeten yang siap dan mampu untuk berkontribusi terhadap kemajuan industri alat kesehatan nasional.

Pasalnya, saat ini industri alat kesehatan masuk sebagai satu dari tujuh sektor yang mendapat prioritas pengembangan berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Dengan kondisi permintaan yang tinggi terhadap produk sektor industri alat kesehatan, utamanya pada masa pandemi Covid 19 saat ini, diperlukan dukungan teknologi modern dan ketersediaan SDM yang terampil,” ujarnya.

Terlebih lagi, Kemenperin terus mendorong kolaborasi antara sektor industri dengan dunia akademik untuk mengembangkan dan memproduksi alat kesehatan ventilator dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 80 persen.

Direktur Utama PT YPTI Petrus Tedja Hapsoro mengemukakan teaching factory yang dimiliki SMK SMTI Yogyakarta telah dilengkapi dengan peralatan workshop canggih sehingga dapat membuat komponen ventilator dalam waktu yang singkat sampai dengan proses perakitannya.

Ventilator yang diproduksi PT YPTI telah melewati uji klinis di RS. Sardjito Yogyakarta dan sedang menunggu izin edarnya.

Workshop SMK SMTI Yogyakarta dilengkapi oleh peralatan mekanik, eletronik serta pemrograman yang canggih hingga dapat membuat komponen ventilator dalam waktu singkat serta didukung oleh para guru yang telah memiliki kompetensi mekatronika yang cukup baik. Kita bisa berkerjasama untuk memproduksi ventilator ini, dan pastinya ini adalah buatan dalam negeri,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pendidikan Vokasi Covid-19 Ventilator
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top