Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Natal, Eropa Peringatkan Warga untuk Tak Melancong

Mayoritas negara Eropa yang kini berada di bawah penguncian penuh, telah mewanti-wanti bahwa masih terlalu dini untuk merencanakan perjalanan selama Natal tahun ini.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 23 November 2020  |  13:54 WIB
Penampakan Kota London yang sunyi, berlatar belakang perkantoran di area komersial, akibat pandemi Covid-19./Bloomberg - Luke MacGregor
Penampakan Kota London yang sunyi, berlatar belakang perkantoran di area komersial, akibat pandemi Covid-19./Bloomberg - Luke MacGregor

Bisnis.com, JAKARTA - Jelang musim liburan Natal dan Tahun Baru, sebagian besar Eropa masih berada di bawah pembatasan pergerakan yang ketat seiring lonjakan kasus.

Pemerintah negara-negara Uni Eropa seperti Swedia, Prancis dan Irlandia memperingatkan warganya untuk tidak bepergian pada Natal dan Tahun Baru.

Perjalanan selama masa tersebut mungkin tidak dapat dilakukan mengingat tingginya jumlah infeksi Covid-19 dan bahkan kematian di seluruh Eropa.

Mayoritas negara Eropa yang kini berada di bawah penguncian penuh, telah mewanti-wanti bahwa masih terlalu dini untuk merencanakan perjalanan selama Natal tahun ini.

Ahli epidemiologi terkemuka Swedia, Anders Tegnell mengatakan kemungkinan akan ada larangan perjalanan di area-area tertentu di Eropa. Keputusannya akan dibuat dalam waktu dekat.

"Keputusan sementara kemungkinan akan dibuat dalam satu atau dua minggu," katanya dilansir Schengen Visa Info, Senin (23/11/2020).

Bahkan Putri Madeleine dari Kerajaan Swedia yang tinggal di Amerika Serikat tidak akan merayakan Natal bersama keluarganya di Stockholm karena tidak dapat melakukan perjalanan pulang selama sisa tahun ini.

Sedangkan di Prancis, warga telah diizinkan keluar rumah untuk bekerja, membeli barang-barang penting, mencari bantuan medis, dan berolahraga paling banyak 1 jam sehari.

Meskipun ada kemungkinan bahwa toko-toko di luar kebutuhan pokok akan diizinkan beroperasi kembali pada 1 Desember mendatang, kecil kemungkinan perjalanan lintas batas akan dibuka.

Sementara itu Jerman berencana mengizinkan pertemuan pribadi di depan umum untuk orang dari satu rumah dengan dua orang dari rumah tangga lain, dibandingkan dengan maksimal 10 orang dari dua rumah tangga yang kini berlaku.

Semua pasar Natal juga akan tetap tutup. Walikota Leipzig Burkhard Jung telah mengumumkan bahwa Pasar Natal Leipzig 2020 telah dibatalkan, meskipun pihak berwenang berharap dapat menyelenggarakan setidaknya satu pasar Natal kecil di pusat kota.

"Saya sendiri adalah penggemar berat pasar Natal. Namun kita harus menghadapi kenyataan. Kesehatan diutamakan. Saya senang kami masih bisa mendekorasi jalan-jalan dan alun-alun dan dengan demikian dapat menyajikan suasana Natal kepada masyarakat Leipzig," kata Walikota.

Saat ini, hampir semua wisatawan yang memenuhi syarat untuk bepergian ke Jerman harus menjalani karantina selama sepuluh hari, atau menjalani tes Covid-19. Jika hasilnya negatif, karantina hanya akan berlangsung selama lima hari.

Sedangkan Inggris baru-baru ini memberlakukan lockdown, yang akan tetap berlaku hingga 2 Desember. Jika larangan perjalanan dicabut pada 2 Desember, maka warga Inggris akan diizinkan bepergian ke luar negeri, meskipun mereka kemungkinan besar tidak akan dapat melakukan perjalanan ke UE tanpa pembatasan seperti karantina dan pengujian.

Sebagai gantinya, warga Inggris dapat bepergian ke negara seperti Maladewa yang tidak menerapkan pembatasan ketat. Saat kembali, tindakan karantina juga tidak diwajibkan.

Demikian pula dengan Austria yang masih menutup perbatasannya. Sangat sedikit orang yang diizinkan memasuki negara itu. Di tengah serangan teroris yang terjadi di negara-negara Eropa, pemerintah semakin ketat memberlakukan kontrol perbatasan dan patroli.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa Natal dan Tahun Baru
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top