Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Libur Akhir Tahun Dipangkas, Kemenparekraf: Tak Kurangi Minat Wisata

Pemerintah terus mengimbau pemerintah daerah untuk mengetatkan penerapan protokol kesehatan menjelang libur akhir tahun untuk memastikan destinasi wisata tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 23 November 2020  |  19:36 WIB
Kawasan The Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Kawasan pariwisata ini dikelola oleh Indonesia Tourism Development Corporation. - ITDC
Kawasan The Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Kawasan pariwisata ini dikelola oleh Indonesia Tourism Development Corporation. - ITDC

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meyakini perintah Presiden Joko Widodo untuk mengurangi masa libur akhir tahun tidak akan mengurangi tingkat kepercayaan diri masyarakat dalam berwisata.

Menurut Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Hari Santosa Sungkari, confidence level masyarakat untuk melakukan kegiatan wisata akan tetap stabil meskipun terjadi tren kenaikan kasus positif Covid-19. Hal ini mengingat masa libur panjang pada akhir Oktober 2020 tidak menjadi klaster penyebaran.

"Pengurangan masa libur akhir tahun dan tren kenaikan angka Covid-19 tidak akan mengurangi tingkat kepercayaan diri masyarakat dalam berwisata. Pasalnya, libur panjang akhir Oktober lalu tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19," ujar Hari kepada Bisnis.com, Senin (23/11/2020).

Selain itu, lanjutnya, minat berwisata semakin terdorong karena adanya desakan psikologis bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas wisata pada akhir tahun.

Berdasarkan laporan Kementerian, sambung Hari, tingkat pemesanan kamar di Bali dan Labuan Bajo untuk periode libur akhir tahun 24 Desember 2020 - 3 Januari 2021 sudah mencapai 50 persen dari total kapasitas okupansi. Ini menunjukkan pemangkasan liburan akhir tahun tidak terlalu berdampak bagi kalangan pelaku usaha.

Kendati demikian, pemerintah pusat terus mengimbau pemerintah daerah untuk mengetatkan penerapan protokol kesehatan menjelang libur akhir tahun untuk memastikan destinasi wisata tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19.

"Libur akhir tahun bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi, jika berhasil memberikan dampak positif bisa menjadi turning point bagi sektor pariwisata untuk memulihkan diri tahun depan. Di sisi lain, kalau terjadi klaster baru akan terjadi antiklimaks bagi pemulihannya," kata Hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata kemenparekraf Libur Akhir Tahun
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top