Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

G20 Diminta Turun Tangan Bantu Pembiayaan Perdagangan Negara Berkembang

Negara G20 diminta ikut menyediakan triliunan dolar AS dalam pembiayaan perdagangan bagi negara-negara berkembang. Hal itu diperlukan untuk memastikan pemulihan ekonomi global dari pandemi Covid-19
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 November 2020  |  13:00 WIB
 Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). - Istimewa
Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Terus menurunnya akses pembiayaan perdagangan ke negara berkembang menjadi persoalan baru yang muncul akibat Covid-19.

Untuk itu, negara anggota Kelompok 20 ekonomi utama alias Group of 20 (G20) diminta ikut turun tangan untuk  membantu negara-negara berkembang.

Wakil Direktur Jenderal WTO Alan Wolff dalam pidatonya kepada para pemimpin G20 menyebutkan, negara G20 harus ikut berupaya menyediakan triliunan dolar AS dalam pembiayaan perdagangan bagi negara-negara berkembang. Hal itu diperlukan untuk memastikan pemulihan ekonomi global dari pandemi Covid-19

Wolff menyebutkan penting untuk memanfaatkan perdagangan guna membantu menjamin perekonomian, memfasilitasi perdagangan pasokan medis penting, dan mereformasi kerangka kelembagaan untuk perdagangan dunia.

"Ketika hasil panen tidak bergerak dan pabrik menganggur di seluruh dunia berkembang, pemulihan global akan tertunda untuk semua," kata Wolff, seperti dikutip dari Antara, Minggu (21/11/2020).

Dia mengatakan, Inisiatif pembiayaan perdagangan harus dilihat sebagai bagian penting untuk meningkatkan prospek pemulihan ekonomi.

Sebelumnya, World Economic Forum (WEF) tahun ini menyatakan pandemi Covid-19 memperburuk kesenjangan dalam pembiayaan perdagangan global yang sudah mencapai US$1,5 triliu sebelum krisis dimulai, dengan lebih dari 50 persen permintaan dukungan keuangan untuk perdagangan ditolak.

Kurangnya akses ke pembiayaan perdagangan menghantam negara-negara paling tidak berkembang. Negara-negara tersebut yang paling menderita akibat mahalnya biaya transaksi keuangan.

Wolff mengatakan kerja sama erat antara lembaga keuangan internasional, WTO, dan bank komersial besar akan dibutuhkan untuk membebaskan triliunan dolar dalam pembiayaan yang dibutuhkan.

Dia mendesak para pemimpin G20 untuk terlibat secara serius dalam upaya reformasi strutural yang besar dan memulihkan fungsi musyawarah dan negosiasi WTO.

Wolff juga menyerukan langkah-langkah baru untuk mempercepat pasokan produk medis penting ke tempat yang membutuhkan, termasuk pembaruan pada perjanjian yang ada untuk memastikan perdagangan global bebas bea dalam obat-obatan dan peralatan medis.

Dia mengatakan hambatan di perbatasan dan penggunaan pembatasan ekspor harus dikurangi, memberikan transparansi yang lebih besar dan mempercepat perbaikan dalam upaya fasilitasi perdagangan, terutama untuk negara-negara termiskin.

Di sisi lain, Woff juga menyoroti kondisi WTO yang kesulitan untuk bekerja dengan optimal pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump telah memblokir pemilihan direktur jenderal baru dan fungsi badan penyelesaian sengketa.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

g20 WTO Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top