Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Masuk November, Realisasi Penerimaan Pajak DJP Kaltimtara Rp14,32 Triliun

Total penerimaan pajak di Kaltimtara setara 77,7 persen dari target.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 20 November 2020  |  20:03 WIB
Ilustrasi - Seorang wajib pajak menunjukkan form aktivasi EFIN agar dapat melakukan pelaporan SPT Pajak Tahunan secara online di Kantor KPP Pratama Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jum'at (22/2/2019).ANTARA FOTO - Indrianto Eko
Ilustrasi - Seorang wajib pajak menunjukkan form aktivasi EFIN agar dapat melakukan pelaporan SPT Pajak Tahunan secara online di Kantor KPP Pratama Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jum'at (22/2/2019).ANTARA FOTO - Indrianto Eko

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kanwil DJP Kaltimtara) mencatat penerimaan pajak wilayah ini per 19 November 2020 mencapai Rp14,32 T. 

Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Kaltimtara Sihaboedin Effendy mengatakan jumlah penerimaan pajak ini setara dengan 77,7 persen dari target sebesar Rp18,43 T. Reailisasi ini di atas rata-rata nasional yang mencapai Rp888,22 triliun dari target Rp1.198,83 triliun atau 74,09 persen.

“Kantor Wilayah DJP Kalimantan Timur dan Utara memberikan apresiasi kepada seluruh Wajib Pajak yang tetap konsisten melakukan pembayaran dan pelaporan pajak dalam masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19),” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/11/2020).

Sihaboedin menyebutkan akan mengoptimalkan potensi ekonomi yang ada di wilayah ini. Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim hingga kuartal III/2020, sektor yang mengalami pertumbuhan ekonomi positif antara lain sektor pertanian sebesar 4,17 persen, informasi & komunikasi sebesar 8,27 persen, dan jasa kesehatan sebesar 14,7 persen.

Salah satu sektor yang potensial adalah transaksi dari bisnis burung walet. DJP sendiri telah menerbitkan imbauan agar para pengusaha melakukan pelaporan sesuai kondisi usaha. Atas imbauan ini sejumlah pengusaha burung walet telah secara sukarela melakukan pembetulan SPT dan melakukan pembayaran pajak yang kurang dibayar atas usahanya.

"Kendati demikian, Kantor Wilayah DJP Kalimantan Timur dan Utara saat ini telah melakukan kegiatan pengamatan dan intelijen sebagai langkah awal untuk melakukan penegakan hukum di bidang perpajakan," katanya dalam keterangan tertulis Kamis (19/11/2020). 

Saat ini berdasarkan data yang hihimpun, transaksi dan transfer tarkait usaha sarang burung walet yang telah diolah pada 2017 sampai dengan 2020 berturut turut sebesar 108 ton, 147 ton, 181 ton, dan 123 ton. Sehingga secara total mencapai total 559 ton. Dengan asumsi harga per kilogram sebesar Rp10 juta maka potensi pajak yang dihasilkan bidang usaha ini berkisar Rp37 miliar per tahun. Namun realitasnya saat ini masih di bawah potensi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim penerimaan pajak
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top