Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produksi Makanan Berkelanjutan, Ini Sederet Target Unilever Indonesia

PT Unnilever Indonesia Tbk. menerbitkan target-target kinerja perseroan menuju pola makan yang lebih sehat dan mengurangi dampak lingkungan dari rantai makanan.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 19 November 2020  |  19:21 WIB
Kue Lumpur. Sekitar 82 persen dari protofolio produksi perseroan telah memenuhi standar nutrisi tertinggi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).  - Dok. Unilever Food Solution
Kue Lumpur. Sekitar 82 persen dari protofolio produksi perseroan telah memenuhi standar nutrisi tertinggi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). - Dok. Unilever Food Solution

Bisnis.com, JAKARTA - PT Unnilever Indonesia Tbk. menerbitkan target-target kinerja perseroan menuju pola makan yang lebih sehat dan mengurangi dampak lingkungan dari rantai makanan.

Target itu di antaranya memangkas limbah pada rantai produksi makanan perseroan hingga 50 persen pada 2025. Selain itu, perseoran juga menargetkan menggandakan jumlah produk yang memberikan nutrisi yang baik pada tahun yang sama.

"Tidak hanya menghadirkan produk yang berkualitas, dan baik untuk dikonsumsi masyarakat, kami juga melakukan serangkaian program edukasi mengenai nutrisi dan pola makan sehat untuk mendukung kesehatan masyarakat Indonesia," ucap Director of Foods and Beverages Unilever Indonesia Hernie Raharja dalam keterangan resmi, Kamis (19/11/2020).

Unilever juga menargetkan agar 85 persen dari portofolio makanan perseroan mengandung garam maksimal 5 gram pada 2021. Sementara itu, 95 persen produk es krim perseroan akan mengandung gula dan kalori masing-masing kurang dari 22 gram dan 250 Kkal per porsi pada 2025.

Hernie mendata 82 persen dari protofolio produksi perseroan telah memenuhi standar nutrisi tertinggi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Selain itu, memproduksi produk pangan olahan sudah menjadi tanggung jawab perseroan mengingat keberadaan di Indonesia telah mencapai 87 tahun.

Presiden Divisi Foods & Refreshment Unilever Hanneke mengatakan pihaknya memiliki peran penting dalam melakukan transformasi sistem pangan global. Adapun, salah satu cara yang Hanneke pilih adalah memproduksi produk pangan olahan secara lebih sehat dan terjangkau.

"Ini merupakan target yang sangat berani dan luas tapi ini adalah komitmen kami untuk bisa menjadi force of goods atau untuk menjadi kekuatan pendorong kebaikan," ucapnya.

Hanneke mengutip laporan EAT-Lancet 2019 yang menunjukkan bahwa pola makan yang lebih kaya makanan nabati memberikan lebih banyak manfaat ke kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu, Hanneke menargetkan dapat mencapai nilai penjualan daging altaernatif dan susu hinga €1 miliar pada 2025-2027.

Di sisi lain, Presiden Direktur Unilever Indonesia Hemant Bakshi mengatakan bahwa produk-produk di setiap kategori hampir menjadi pilihan nomor satu konsumennya.

“Kami sangat senang bisa bilang kalau hampir semua kategori, tahun ini [pangsa pasar perseroan] bertumbuh lebih cepat dibandingkan pasar, dalam artian kami meningkatkan pangsa pasar yang menjadi hal positif untuk bisnis kami,” jelasnya

Sebagai informasi, UNVR mencatatkan koreksi laba tahun berjalan 1,29 persen secara tahunan menjadi Rp5,44 triliun. Adapun, pendapatan perseroan naik tipis 0,3 persen secara tahunan menjadi Rp32,46 triliun hingga akhir periode kuartal ketiga tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan unilever indonesia
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top