Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

APVI Sambut Snowplus Masuk Pasar Vape Nasional

Snowplus merupakan salah satu dari 20 pemain vape terbesar di China dengan jumlah toko distribusi sekitar 100.000 unit yang tersebar di Negeri Panda. 
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 18 November 2020  |  17:44 WIB
Vape - Istimewa
Vape - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) menyambut baik kedatangan PT Snowplus Technology Indonesia di pasar vaporizer (vape) di dalam negeri. 

Snowplus merupakan produsen vape sistem tertutup (closed system) yang artinya konsumen harus membeli seluruh catridge jika ingin melakukan isi ulang. Adapun, Snowplus merupakan salah satu dari 20 pemain vape terbesar di China dengan jumlah toko distribusi sekitar 100.000 unit yang tersebar di Negeri Panda. 

"Kami berharap  siapapun yang ikut bermain di Indonesia turut serta membesarkan pasar vape Indonesia. Kami siap untuk bekerja bahu membahu dengan semua pihak," kata Sekretaris Umum APVI Garindra Kartasasmita kepada Bisnis, Rabu (18/11/2020). 

Garindra mengungkapkan pangsa pasar vape sistem tertutup hanya mencapai 5 persen, sedangkan selebihnya didominasi oleh sistem terbuka. Meski demikian, vape sistem terbuka merupakan salah satu pintu masuk pengguna baru vape. 

Oleh karena itu, Garindra menilai industri vape sistem tertutup memerlukan dukungan yang baik dari semua pihak. Pasalnya, pemain vape sistem tertutup merupakan pihak yang paling terpukul, hal tersebut ditunjukkan dengan keluarnya JUUL Labs dari pasar nasional. 

"Tahun depan saya pikir akan jauh lebih baik untuk semua [pemain vape di dalam negeri], termasuk sistem tertutup," ucapnya. 

Di samping itu, Garindra menyatakan pihaknya akan mendorong produksi pabrikan cairan vape pada 2021. Menurutnya, hal tersebut akan membuat produsen cairan vape untuk berinovasi ke arah rasa khas tiap daerah di dalam negeri. 

Senada, Co-Founder Snowplus Derek Li mengatakan strategi Snowplus di negara tujuan adalah melokalkan rasa. Sejauh ini, Snowplus telah melakukan ekspansi di delapan negara, yakni China, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Rusia, Korea Selatan, Malaysia, dan Indonesia.

"Di Malaysia dan Kanada kami selalu mengambil cairan vape lokal dan berkolaborasi untuk membawa konsumen pada rasa yang lebih familiar dan disukai," ucapnya kepada Bisnis saat wawancara virtual.

Derek mengatakan perusahaan berencana untuk membangun fasilitas produksi di masa depan. Tetapi, saat ini, Snowplus masih akan melihat keberadaan permintaan untuk produk vape sistem tertutup.

Di sisi lain, Derek menyampaikan pihaknya akan berkontribusi dalam pembuatan Standar Nasional Indonesia (SNI) Produksi Cairan Vape pada 2021. Menurutnya, salah satu kontribusi yang akan dilakukan adalah membagi tahapan produksi Snowplus yang mencapai 28 tahap. 

Seperti diketahui, pembahasan dan penerbitan SNI vaporizer akan berjalan efektif pada 2021. Setelah penerbitan SNI, pabrikan dan Kemenperin baru akan membahas anjuran produksi atau good manufacturing process (GMP) sistem maupun cairan vaporizer.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi Industri Vape
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top