Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kini Cartridge Rokok Elektrik Kena Cukai

Masuknya cartridge sebagai barang kena cukai ini ditandai dengan penambahan substansi dalam Pasal 1 ayat 18 PMK No.176/2020 yang menggolongkan cartridge dalam kategori ekstrak atau esense tembakau.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 17 November 2020  |  15:53 WIB
Ilustrasi rokok vape elektronik. - Bisnis/Abdullah Azzam
Ilustrasi rokok vape elektronik. - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Keuangan menetapkan hasil pengelolahan tembakau lainnya (HPTL) berupa cairan dan pemanas dalam satu kesatuan (cartridge) untuk rokok elektrik sebagai barang kena cukai (BKC).

Penegasan bahwa cartridge vape sebagai BKC ini ditetapkan melalui implementasi Peraturan Menteri Keuangan No.176/PMK.04/2020 tentang Perdagangan BKC yang Pelunasan Cukainya Dengan Cara Pelekatan Pita Cukai atau Pembubuhan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya.

Masuknya cartridge sebagai BKC ini ditandai dengan penambahan substansi dalam Pasal 1 ayat 18 PMK No.176/2020 yang menggolongkan cartridge dalam kategori ekstrak atau esense tembakau.

"Ini mengatur cartridge sebagai bentuk HPTL baru," kata Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea Cukai (DJBC) Syarif Hidayat, Selasa (17/11/2020).

Otoritas menyebutkan bahwa penetapan cartridge sebagai HPTL baru mengharuskan pemerintah untuk menambahkan beberapa poin dalam beleid tersebut.

Pertama, penegasan bahwa barang kena cukai yang pelunasan cukainya dengan cara pelekatan pita cukai atau pembubuhan tanda pelunasan cukai yang isi kemasan ecerannya tidak sesuai termasuk cartridge dianggap melanggar ketentuan peraturan perundang undangan dibidang cukai.

Kedua, melalui aturan tersebut pemerintah juga memperluas definisi barang kemasan untuk eceran. Jika dalam beleid sebelumnya kemasan adalah barang yang pelunasan cukainya dilakukan dengan cara pelekatan pita cukai atau pembubuhan tanda pelunasan cukai lainnya harus dalam 1 (satu) kemasan.

Dalam beleid yang baru ini, definisi kemasan ditambahkan menjadi kemasan yang bersentuhan langsung dengan BKC dan hanya dapat dibuka pada satu sisi.

"Jadi ini penegasan saja, bahwa BKC yang tidak dikemas sesuai isi kemasan yang diatur dalam PMK ini, ya melanggar ketentuan," tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cukai Rokok Industri Vape
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top