Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nikel Jadi Andalan, Indonesia Bisa Jadi Pemain yang Disegani Dunia?

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi di sektor perikanan. Akan tetapi karena tidak dimanfaatkan sejak dulu sehingga membuat kalah bersaing dengan negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 16 November 2020  |  20:08 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menyatakan hilirisasi menjadi sebuah keharusan mengingat sumber daya alam (SDA) seperti hutan hingga emas sudah mulai menipis dan semakin sulit menjadi komoditas andalan.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi di sektor perikanan. Akan tetapi, karena tidak dimanfaatkan sejak dulu posisi Indonesia saat ini kalah bersaing dibandingkan dengan negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.

“Kalau kita bangun sekarang, pasti mereka lebih efisien. Yang ada di kita sekarang adalah nikel,” katanya dalam sambutan virtual, Senin (16/11/2020).

Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah ingin menjadi pemain yang disegani dunia dalam konteks energi baru terbarukan (EBT), khususnya baterai.

“Baterai ini 85 persen bahan bakunya ada di Indonesia. Sebanyak 25 persen total cadangan nikel dunia juga ada di Indonesia,” jelasnya.

Demi memaksimalkan SDA ini, mencari investor yang tertarik di sektor tersebut. Sebelumnya badan usaha milik negara (BUMN) melakukan kerja sama dengan perusahaan asal Cina yaitu Contemporary Amperex TEechnology Co. Ltd (CATL) untuk mengolah bahan baku dari hulu sampai hilir.

Bahlil sendiri baru saja pulang dari Korea Selatan untuk menjajaki kerja sama dengan Hyundai untuk olahan yang sama dan sampai ke mobil listrik.

“Jadi [kerja sama dengan Hyundai] itu satu kesatuan dan akan terbesar di dunia. Itu adalah upaya agar kita bisa jadi pemain yang luar biasa,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bkpm Nikel
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top