Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WIKA Batal Bangun Hotel Berbintang di Mataram, Ini Masalahnya

PT Wijaya Karya (WIKA) disebut batal merealisasikan pembangunan hotel berbintang di Mataram lantaran investor melihat masalah terkait stabilitas ekonomi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 November 2020  |  05:49 WIB
Ilustrasi kontruksi gedung. Berdasarkan hasil kajian Balitbang menyebutkan bahwa Mataram masih membutuhkan pembangunan hotel. Apalagi setelah ditetapkannya percepatan pembangunan KEK Mandalika, yang mengharuskan sekitarnya menjadi daerah penyangga.  - ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Ilustrasi kontruksi gedung. Berdasarkan hasil kajian Balitbang menyebutkan bahwa Mataram masih membutuhkan pembangunan hotel. Apalagi setelah ditetapkannya percepatan pembangunan KEK Mandalika, yang mengharuskan sekitarnya menjadi daerah penyangga. - ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, JAKARTA - PT Wijaya Karya (WIKA) disebut batal merealisasikan pembangunan hotel berbintang di Mataram lantaran investor melihat masalah terkait stabilitas ekonomi.

WIKA adalah salah satu dari tiga perusahaan kontruksi yang berencana membangun hotel berbintang di Mataram itu guna mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Mandalika, Lombok Tengah.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram menyatakan satu perusahaan yakni PTPP telah memulai pembangunan tahun lalu, adapun dua perusahaan lainnya adalah Wijaya Karya dan Nindya Karya.

"Dari dua hotel berbintang yang direncanakan investor akan dibangun pada 2020, satu hotel, yakni oleh PT Wijaya Karya (WIKA) batal pembangunannya karena masalah stabilitas ekonomi akibat pendemi Covid-19," kata Kepala DPMPTSP Kota Mataram Irwan Rahadi, Rabu (11/11/2020).

Hotel PT WIKA rencananya akan dibangun depan Polda NTB Jalan Langko dengan nilai investasi mencapai Rp100 miliar. Angka pasti nilai investasi belum diajukan.

Rencana pembangunan hotel WIKA, katanya, baru sampai tahapan permakluman pemenuhan komitmen terhadap pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sementara dokumen-dokumen lainnya termasuk izin lingkungan juga belum diajukan.

"Awalnya investor semangat untuk segera merealisasikan pembangunan hotel tersebut, namun setelah pandemi Covid-19, mereka kembali berhitung dan pada akhirnya menyatakan batal berinvestasi membangun hotel," katanya.

Sementara, pembangunan hotel PT Nindya Karya di Jalan Majapahit, Kota Mataram, tetap dilanjutkan karena IMB sudah dikeluarkan. Selain itu, pembangunan hotel oleh PT Pembangunan Perumahan di Jalan Udayana sejak 2019 itu tetap berlangsung hingga saat ini.

"Ketiga hotel yang akan dibangun itu di Mataram itu merupakan [proyek] BUMN bidang konstruksi. Akan tetapi untuk hotel PT WIKA sudah dinyatakan batal," katanya lagi.

Menurutnya, rencana pembangunan tiga hotel berbintang di Mataram itu guna mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Mandalika, di Kabupaten Lombok Tengah.

Berdasarkan hasil kajian Balitbang menyebutkan bahwa Mataram masih membutuhkan pembangunan hotel. Apalagi setelah ditetapkannya percepatan pembangunan KEK Mandalika, yang mengharuskan sekitarnya menjadi daerah penyangga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel KEK Mandalika

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top