Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Properti Masih Potensial di Tengah Pandemi

Sebab selama pandemi tidak semua industri dalam kondisi terpuruk.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 11 November 2020  |  17:46 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -  Pelaku industri properti diharapkan tetap optimis dalam menjalankan bisnis, meski Indonesia dalam suasana ketidakpastian akibat krisis kesehatan, yang juga menciptakan krisis ekonomi.

Sebab selama pandemi tidak semua industri dalam kondisi terpuruk.

“Industri properti pada saat seperti ini harus melakukan adaptasi dan antisipasi, karena sulit diprediksi secara pasti apa yang akan terjadi nantinya,” jelas Direktur Eksekutif Indonesia Properti Watch (IPW) Ali Tranghanda dalam keterangan tertulisnya.

Kata Ali, khusus sektor properti terlihat ada pertumbuhan. Seperti pasar properti yang berlokasi di Jabodebek-Banten yang tercatat naik hampir dua kali lipat. Kondisi ini bisa menjadi gambaran jika daya beli masyarakat di Indonesia masih cukup tinggi.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melaporkan, pada kisaran tahun 2030-2040, Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Pada periode tersebut, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa.

Oleh karena itu menurut Ali, posisi Indonesia masih memperlihatkan tren yang lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lain.

Sementara itu, perumahan Podomoro Golf View (PGV), hunian residensial di Depok Jawa Barat masih bisa menjual rumah tapak, disesuaikan dengan kondisi masyarakat masa kini.

“Melalui inovasi yang kami berikan terutama di produk rumah tapak mendapatkan respon yang positif di market, bahkan rumah tapak Terraced House PGV telah _sold out_. Ini juga menandakan bahwa properti di Indonesia masih cukup bergairah,” jelas Rubby I. Widjaja selaku Assistant Vice President of Marketing Podomoro Golf View dalam keterangan tertulisnya.

Bagi Ruby, hal ini merupakan pencapaian yang luar biasa, dimana pada masa pandemi, banyak terdapat pembatasan aktivitas masyarakat namun produk rumah tapak PGV mendapatkan respon positif di pasar.

"Pencapaian ini mencerminkan bahwa daya beli masyarakat tetap ada,” ujar Ruby.

Rubby menambahkan, selama masa pandemi PGV terus beradaptasi dan berinovasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti hunian
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top