Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wah, Industri Keramik Sudah Pulih. Ini Resepnya

Industri keramik menilai stimulus penurunan harga gas industri di level US$6 per mmbtu berhasil membantu upaya peningkatan utilisasi yang kini sudah terungkit kembali di level yang sama pada awal 2020.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 10 November 2020  |  19:14 WIB
Bermacam produk keramik Toko Bangunan (TB) Panorama Solo. Industri keramik telah pulih kembali. Namun, Asaki tetap mengharapkan dengan adanya upaya pemerintah meningkatkan daya beli masyarakat.  - BISNIS
Bermacam produk keramik Toko Bangunan (TB) Panorama Solo. Industri keramik telah pulih kembali. Namun, Asaki tetap mengharapkan dengan adanya upaya pemerintah meningkatkan daya beli masyarakat. - BISNIS

Bisnis.com, JAKARTA — Industri keramik menilai stimulus penurunan harga gas industri di level US$6 per mmbtu berhasil membantu upaya peningkatan utilisasi yang kini sudah terungkit kembali di level yang sama pada awal 2020.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan selain itu pemberlakuan safeguard untuk produk impor China, India, dan Vietnam oleh pemerintah juga telah membantu industri.

Kebijakan tersebut juga sebagai upaya mendukung percepatan pemulihan industri keramik akibat pandemi Covid-19 dan peningkatan daya saing Industri serta penguatan industri keramik terhadap ancaman produk impor.

"Industri sangat merasakan manfaatnya, kebijakan tersebut sangat tepat sasaran dan tepat waktu. Dampak nyata dan positif dalam membantu percepatan pemulihan industri keramik di mana per Oktober utilisasi bisa meningkat kembali ke angka 65% yaitu sama dengan awal tahun sebelum Covid-19," katanya kepada Bisnis, Selasa (10/11/2020).

Edy pun menyimpulkan kini industri keramik telah pulih kembali. Namun, Asaki tetap mengharapkan dengan adanya upaya pemerintah meningkatkan daya beli masyarakat seperti melalui PEN dan percepatan penyerapan APBN/APBD, utlilisasi akhir tahun masih bisa naik kembali di angka 70 persen.

Menurut Edy, jika tercapai level utilisasi tersebut akan menjadi yang tertinggi sejak lima tahun terakhir.

Sisi lain, pemulihan industri keramik juga didukung dengan kinerja ekspor yang membaik. Sesuai catatan BPS angka ekspor keramik Hingga September 2020 sebesar US$49,8 juta naik 24 persen.

"Secara volume mencapai angka 12,8 juta m2 meningkat 29 persen. Kinerja ekspor sembilan bulan ini merupakan yang tertinggi sejak 2016 di mana sebelumnya selalu mengalami penurunan. Hal ini tentunya karena daya saing yang membaik didukung harga gas baru dan mulai dibukanya lockdown di negara-negara tujuan ekspor," ujar Edy.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Gas industri keramik
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top