Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembahasan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung Dilanjutkan

Angkasa Pura I memastikan pembahasan terkait dengan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung tetap dilanjutkan karena dinilai bisa membawa dampak positif.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 09 November 2020  |  12:52 WIB
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura I (Persero) bersama dengan maskapai dan Kementerian BUMN melanjutkan pembahasan terkait dengan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung.

VP Corsec AP I Handy Heryudhitiawan mengatakan pembentukan holding BUMN tetap berlanjut. Menurutnya sebagai pengelola bandara perseroan juga memperoleh manfaat, salah satunya efisiensi secara operasional.

“Masih berlanjut rencana holding ini. Kami optimistis, dengan holding akan meningkatkan kinerja. Hal ini karena holding akan membuka peluang secara operasional juga dapat dilaksanakan efisiensi,” ujarnya, Senin (9/11/2020).

Sebelumnya Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan berdasarkan arahan kementerian BUMN, saat ini masing-masing pihak yang terlibat dalam holding membentuk gugus tugas yang akan mempersiapkan wadah, struktur hingga perencanaan sinergi rute bersama dengan maskapai dan operator bandara.

Selain itu, lanjut Faik, juga ada gugus tugas untuk menciptakan tingkat permintaan. Tugasnya diantaranya melakukan inisiatif yang dapat dilakukan holding bersinergi dengan lembaga pemerintah untuk pemulihan jangka pendek, menengah, hingga panjang sehingga hasilnya diharapkan dapat memperbaiki kinerja ritel, bandara dan pariwisata.

Adapun tujuan pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung tersebut yang telah diselaraskan dengan lima prioritas atau lima tujuan strategis Kementerian BUMN.

Kelima tujuan strategis itu adalah, pertama, mempercepat pengembangan ekonomi dan SDM yang inklusif yang meliputi mendorong usaha mitigasi dan pemulihan dampak Covid-19 yang terintegrasi, kemudian mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial, serta mengembangkan kapasitas dan kapabilitas lintas sektor.

Kedua, pengembangan konektivitas nasional dan global yang meliputi koordinasi tunggal pengembangan masterplan lintas sektor juga memperkuat keunggulan kompetitif secara kolektif dengan integrasi rantai nilai untuk memperluas aksesibilitas dan konektivitas.

Ketiga, ekspansi bisnis dan pasar diantaranya memaksimalkan potensi kolaborasi dan ekspansi antar entitas, memperkuat posisi bisnis dan skala ekonomis, serta memperkuat keberlanjutan operasional dan keuangan entitas.

Keempat, keunggulan pelayanan dan operasional, diantaranya dengan meningkatkan keselamatan dan keamanan kegiatan operasional, Meningkatkan keunggulan pelayanan sepanjang mata rantai portofolio, serta mengembangkan kelincahan organisasi untuk beradaptasi.

Terakhir, optimalisasi manajemen portofolio yang meliputi fokus pada pengembangan kapabilitas inti tiap entitas untuk memaksimalkan potensi penambahan nilai, efisiensi portofolio melalui merger/ akuisisi/ divestasi antar entitas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara angkasa pura i
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top